Pemuda Asal Manado: Penyebab Gempa Bumi Itu Suara Adzan di Masjid
logo

15 Oktober 2018

Pemuda Asal Manado: Penyebab Gempa Bumi Itu Suara Adzan di Masjid

Pemuda Asal Manado: Penyebab Gempa Bumi Itu Suara Adzan di Masjid


GELORA.CO - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang wilayah Bitung, Sulawesi Utara pada Sabtu (13/10/2018).

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho memastikan gempa 5,6 skala richter (SR) yang terjadi sekitar pukul 11.34 WIB itu tidak berpotensi tsunami.

“Gempa tidak berpotensi tsunami,” kata Sutopo lewat keterangan tertulis. 

Gempa berada di 1.36 lintang utara dan 125.46 bujur timur, tepatnya di 38 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara dengan kedalaman 97 kilometer.

Sementara itu, Kepala Kepala Seksi Data dan Informasi Sta. Geof. Kelas I Winangun-Manado, Edward Henry Mengko mengatakan gempa dirasakan hingga Manado dan Minahasa Utara, Sulawesi Utara. 

Sedangkan di media sosial (medsos), seorang pemuda asal Manado membuat analisis soal gempa yang mengejutkan publik.

Pria bernama Hans itu mengatakan penyebab gempa bumi adalah pengeras suara masjid atau adzan.

“Penyebab gempa bumi di bumi pertiwi kita ini sejatinya adalah karena pengeras suara masjid,” tulis Hans, Minggu (14/10).

Gelombang pengeras suara yang merambat ke lempeng bumi ini, menurut Hans berpotensi gempa, bahkan sampai tsunami.

“Gelombang pengeras suara yg merambat ke lempeng bumi lah yg berpotensi mengakibatkan gempa bahkan sampai tsunami !,” lanjutnya. 

Ia pun mengukapkan bukti atas analisisnya dengan terjadinya gempa rata-rata di pemukiman mayoritas muslim.

“Bisa dilihat bahwa rata-rata gempa terjadi di pemukiman mayoritas muslim,” kata Hans.

Dengan analisisnya ini, Hans meminta Pemerintah harus memulai menegakkan aturan setiap pengeras suara di masjid-masjid Indonesia, agar bisa meminimalisir terjadinya gempa. 

“Oleh karna itu, pemerintah harus mulai dalam menegakkan aturan setiap pengeras suara di masjid2 indonesia, agar gempa bisa diminimalisir,” pinta Hans.


[swr]

Loading...
loading...