Kemiripan Kisah Game of Throne dan Suasana Politik Indonesia
logo

15 Oktober 2018

Kemiripan Kisah Game of Throne dan Suasana Politik Indonesia

Kemiripan Kisah Game of Throne dan Suasana Politik Indonesia


Oleh Abdul Hamdi Mustafa*

Serial TV HBO Game of Thrones menjadi perbincangan hangat di publik Indonesia setelah Presiden Jokowi mengutip istilah 'Winter is Coming' yang merupakan salah satu judul dalam episode GoT musim ke-tujuh tahun 2017 lalu.

Saya merupakan salah satu penonton setia serial Game of Thrones sejak musim pertama. Menurut saya yang paling ciamik dari Game of Thrones adalah intrik politik dalam setiap episode yang menceritakan siasat demi siasat berdiplomasi dan menaklukkan saingan politik demi merebut tahta suatu klan /kerajaan.

Di dalam Game of Throne dikenal Seven Kingdom of Westeros, yaitu tujuh kerajaan yang pernah hidup damai kemudian menjadi pecah demi memperebutkan Iron Throne.

Wakil ketua DPR Fadli Zon mempertanyakan apakah Presiden Jokowi sudah menonton Game of Throne atau belum.

Jika benar presiden Jokowi hanya mengutip 'Winter is Coming' dan tidak menonton filmnya secara keseluruhan, maka bagi saya yang menikmati film ini sedari awal sangatlah merasa geli.

Karena jika presiden Jokowi memahami alur cerita film ini, banyak cerita kesewenang-wenangan dalam film Game of Throne terhadap oposisi kerajaan yang dilakukan oleh petahana (pemerintah Westeros). Mirip dengan peristiwa politik di tanah air saat ini.

Adalah Klan Lannister yang menguasai Westeros, yang setelah King Robert Baratheon mati diseruduk babi, puteranya Joffrey Baratheon naik tahta. King Robert tidak tahu bahwa Joffrey adalah anak incest hasil hubungan istrinya Cersei Lannister dengan saudara kembar istrinya tersebut, Jaime Lannister.

Joffrey Baratheon yang masih remaja, sadis dan temperamental menjadi raja bengis dan suka menghukum mati lawannya yang telah menyerah, dia tak segan memenggal Ned Stark sahabat ayahnya yang dianggap berkhianat.

King Joffrey menghukum mati Ned Stark

King Joffrey kemudian mati diracun karena rakyat tidak suka kepemimpinannnya. Joffrey lalu digantikan oleh adiknya Tommen Lannister yang lebih belia, Tommen memerintah Westeros disetir oleh ibunya Cersei Lannister, bisa dianggap sebagai raja boneka.

Cersei dan King Tommen

Di masa pemerintahan King Tommen ini muncul aliran agama The Faith of the Seven yang kuat dan berpusat di Sept of Baelor. Aliran ini mengajak masyarakat Westeros untuk bertobat dari kemaksiatan dan keserakahan. Bertobat dari pembunuhan, pelacuran, LGBT dan perbuatan-perbuatan tercela lainnya.

Gerakan keagamaan ini sangat sukses bahkan menyasar elite kerajaan termasuk King Tommen, termasuk Cersei Lannister untuk dihukum dan dipermalukan di depan umum demi membersihkan mereka dari dosa.

Setelah dipermalukan di depan umum, ditelanjangi dan dilempari batu oleh rakyatnya. Cersei Lannister kemudian mengatur siasat untuk menghancurkan pusat keagamaan Sept of Baelor. 

Ia menge-bom habis bangunan suci tersebut disaat para jamaahnya sedang melakukan proses peradilan terhadap istri King Tommen. Ribuan tewas termasuk Margaery Tyrell permaisuri King Tommen.

Pusat keagamaan Sept of Baelor dibom

King Tommen yang tidak berdaya terhadap 'maknya' ini kemudian bunuh diri dengan melompat dari jendela istana setelah melihat permaisuri dan ribuan rakyatnya dibom oleh ibunya sendiri.

Jadilah wanita ambisius Cersei Lannnister ini yang memerintah Westeros sampai sekarang (GoT musim ketujuh).

Lihat betapa ambisinya seorang Cersei Lannister demi mempertahankan tahtanya dan demi mempertahankan klannya Lannister tetap memerintah Seven Kingdom. Ia juga menyetir dan menjadikan puteranya King Tommen sebagai raja boneka. Kemudian dengan dendamnya kepada gerakan agama yang dianggap mengancam kerajaan, ia membombardir habis jamaah /pengikut agama tersebut hingga tak bersisa.

Cersei Lannnister lalu menjadi ratu di Westeros.

Cersei Lannister menjadi ratu Westeros

Menurut pembaca, siapakah tokoh yang  cocok dengan karakter Cersei Lannister di tengah perpolitikan Indonesia? Lalu siapakah King Joffrey, King Tommen? Hmm..


*) kontributor di Gelora.co

BACA JUGA: Prabowo dan Sosok Jon Snow di Serial Game of Thrones

Loading...
loading...