Parpol Bisa Tinggalkan Prabowo Jika Elektabilitas Anjlok, Poros Baru Berpeluang Muncul -->

Parpol Bisa Tinggalkan Prabowo Jika Elektabilitas Anjlok, Poros Baru Berpeluang Muncul

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO
- Peneliti Senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Lili Romli menilai potensi terpecahnya dukungan partai politik (parpol) terhadap Presiden Prabowo Subianto menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 akan sangat bergantung pada perkembangan popularitas dan elektabilitas Prabowo dalam tiga tahun ke depan.

Menurut Lili, parpol yang saat ini berada dalam koalisi pendukung pemerintah berpeluang meninggalkan Prabowo dan membentuk poros baru jika elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra tersebut terus mengalami penurunan.

"(Hal itu) akan tergantung pada popularitas dan elektabilitas Prabowo selaku petahana. Jika kecenderungan gambaran elektabilitas Prabowo terus anjlok, besar kemungkinan beberapa partai koalisi yang ada sekarang akan keluar dan membentuk poros baru," ujar Lili kepada Inilah.com, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Lili, peluang terbentuknya poros baru semakin terbuka setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menghapus ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold.

Dia juga menilai sebagian besar parpol di Indonesia saat ini cenderung pragmatis dan tidak lagi terlalu berorientasi pada ideologi.

"Sehingga bisa saja parpol akan berpindah dari satu koalisi ke koalisi lain, yang tadinya lawan bisa menjadi kawan, yang tadinya oposisi menjadi koalisi. Partai kita bukan lagi partai policy seeking, tapi office seeking bahkan menjadi rent seeking," tuturnya.

Meski demikian, Lili kembali menekankan bahwa keputusan parpol untuk membentuk poros baru akan sangat ditentukan oleh elektabilitas Prabowo.

Jika elektabilitas Prabowo kembali menguat atau "reborn" hingga berada di atas 60 persen, menurut Lili, peluang terbentuknya poros baru akan mengecil. Sebab, parpol cenderung memilih kandidat yang memiliki peluang kemenangan lebih besar.

Sebaliknya, jika elektabilitas Prabowo terus merosot, peluang munculnya sejumlah poros baru dinilai semakin terbuka.

"Di antara figur-figur yang kuat secara elektabilitas selain Prabowo, ada KDM, Sherly, AHY, Anies, Pramono Anung, dan Gibran. Mereka ini bisa diusung oleh partai-partai yang ada dalam koalisi saat ini yang akan membentuk poros baru atau oleh PDIP," tandasnya.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Jadikan Sumber Pilihan