Istri Gus Kautsar Bantah Suaminya Penulis Buku “Islam Ala Prabowo”, TGB Juga Mengaku Namanya Dicatut -->

Istri Gus Kautsar Bantah Suaminya Penulis Buku “Islam Ala Prabowo”, TGB Juga Mengaku Namanya Dicatut

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - 
Polemik seputar buku Islam Ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam kembali meramaikan media sosial. Istri pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, KH Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar (Gus Kautsar), Ning Jazilah Annahdliyah atau yang akrab disapa Ning Jazil, membantah bahwa suaminya menjadi salah satu penulis buku tersebut. Ia menyatakan nama Gus Kautsar dicatut tanpa seizin.

Klarifikasi serupa datang dari Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi. Tokoh ulama dan mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat itu juga mengaku namanya digunakan dalam buku tanpa ia mengirimkan tulisan apa pun.

Pernyataan keduanya beredar luas di media sosial pada Minggu (6/9/2026), menyusul viralnya kembali judul buku yang sempat memicu perdebatan beberapa hari sebelumnya.

Klarifikasi Ning Jazil dan TGB


Ning Jazil menegaskan suaminya tidak pernah membuat tulisan untuk buku itu dan tidak memberikan izin penggunaan namanya. Informasi ini disebarkan melalui unggahan yang dikutip banyak akun.

TGB Zainul Majdi menyampaikan klarifikasi serupa di akun Instagram pribadinya. Ia menyatakan tidak pernah mengirim tulisan apa pun terkait buku tersebut. Beberapa warganet kemudian mempertanyakan bagaimana nama kedua ulama itu bisa tercantum seolah-olah sebagai kontributor atau penulis.

Buku setebal sekitar 346 halaman itu diluncurkan pada 26 Agustus 2025 dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional Baznas di Jakarta. Peluncuran dilakukan Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar bersama Ketua Baznas Prof. Dr. KH Noor Achmad. Penulisan diinisiasi Ketua MPR Ahmad Muzani dan Ketua MUI. Penerbitnya Atmosphere Publishing House. Penulis utama yang tercantum adalah Abdur Rahim Hasan, Rikal Dikri, dan Mush’ab Muqoddas.

Isi buku berupa kumpulan pandangan dan tulisan dari sejumlah tokoh agama, akademisi, politisi, dan tokoh nasional yang menafsirkan sisi keislaman Presiden Prabowo Subianto. Beberapa nama yang disebutkan dalam ulasan termasuk Ahmad Muzani, KH Asep Saifuddin Chalim, Prof. Yusril Ihza Mahendra, KH Said Aqil Siradj, TGB Muhammad Zainul Majdi, dan lainnya.

Latar Belakang Polemik


Judul buku sempat memicu diskusi di media sosial pada awal September 2026 setelah sebuah unggahan viral. Banyak warganet mempertanyakan penggunaan frasa “Islam ala Prabowo” yang dikhawatirkan menimbulkan tafsir seolah-olah ada aliran atau mazhab baru. Beberapa pengamat menilai isi buku lebih berupa testimoni dan tafsir pihak lain, bukan catatan langsung dari Prabowo sendiri.

Sejumlah tokoh kemudian merespons. Gus Maftuh, Ketua Umum Forum Komunikasi Kyai Kampung Indonesia, meminta masyarakat membaca buku secara utuh dan tidak hanya melihat judulnya. Menurutnya, buku itu tidak bermaksud menciptakan Islam baru, melainkan menggambarkan bagaimana nilai-nilai Islam tercermin dalam kepemimpinan.

Hingga Minggu malam, pihak penerbit atau inisiator buku belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim pencatutan nama. Peristiwa ini menambah deretan kontroversi seputar karya yang sudah terbit lebih dari setahun lalu itu.

Klarifikasi dari keluarga Gus Kautsar dan TGB Zainul Majdi menunjukkan pentingnya izin dan verifikasi dalam penggunaan nama tokoh publik, khususnya ulama, dalam sebuah publikasi. Publik menanti penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait agar polemik ini tidak berlarut.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Jadikan Sumber Pilihan