GELORA.CO – Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Desa Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menjadi perbincangan ramai di media sosial. Karnaval malam yang digelar Kamis (10/9/2026) malam dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan tradisi khitanan massal tahunan itu dinilai sejumlah netizen menampilkan unsur yang menyerupai ritual satanic.
Salah satu pertunjukan teatrikal menampilkan adegan penyembelihan kambing. Kostum beberapa kelompok peserta juga mendapat sorotan karena dinilai menyerupai sosok setan. Sejumlah unggahan bahkan mengaitkan visual karnaval dengan simbol pentagram terbalik. Kegiatan yang sudah berlangsung 61 tahun ini melibatkan 25 barisan dari 25 mushola setempat dengan tema “Nyawiji ing Budaya, Ngukuhake Paseduluran”.
Panitia SKNC 2026, Ghiyats, menjelaskan karnaval tersebut merupakan ruang kreativitas masyarakat, menampilkan parade busana, kesenian tradisional, drumband, ogoh-ogoh, hingga sound horeg. Selain karnaval, rangkaian acara juga diisi pengajian umum dan khitan massal. Plt Bupati Pekalongan Sukirman yang hadir meminta warga menjaga kerukunan.
Satu Peserta Meninggal Usai Karnaval
Di sisi lain, seorang peserta bernama Ahmad Faiz alias AF (41), warga Simbang Kulon Gang 1, meninggal dunia Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Ia mengikuti karnaval Kamis malam. Keluarga dan polisi membantah kabar yang mengaitkan kematiannya dengan kostum atau pertunjukan karnaval.
Paman korban, M Musa, mengatakan Faiz adalah pekerja batik yang membantu mengolah obat batik di tempat saudaranya. Beberapa hari sebelumnya ia sudah kelelahan dan jarang tidur karena tetap bekerja, kadang hanya tidur satu jam. Setelah karnaval, sekitar pukul 02.30 WIB ia dibangunkan untuk pulang. Sesampainya di rumah dan tidur lagi, istrinya mendapati tubuhnya dingin. Keluarga meminta informasi kematian tidak dipelintir atau dikaitkan dengan kostum tanpa dasar yang jelas.
Kapolsek Buaran AKP Sunarto menyatakan polisi belum menerima laporan resmi, namun mendatangi rumah duka setelah informasi viral. Dari keterangan keluarga, Faiz sudah mengeluhkan kelelahan sejak tiga hari sebelum karnaval. Tidak ada indikasi kematian terkait kegiatan karnaval.
Karnaval tradisional ini sempat diwarnai juga keributan terpisah antara pedagang dan warga di luar lokasi utama, yang menurut polisi dan panitia bukan melibatkan peserta atau warga Simbang Kulon. Pihak terkait menekankan kegiatan tetap dalam konteks perayaan keagamaan dan budaya setempat. Masyarakat diimbau tidak menyebar informasi spekulatif yang meresahkan.
