Berkaca dari Tukul, Kebiasaan Mengedan Picu Pecah Pembuluh Darah
logo

27 September 2021

Berkaca dari Tukul, Kebiasaan Mengedan Picu Pecah Pembuluh Darah

Berkaca dari Tukul, Kebiasaan Mengedan Picu Pecah Pembuluh Darah


GELORA.CO - Kabar kurang menyenangkan dari pelawak Tukul yang disebut mengalami perdarahan otak, mengejutkan banyak pihak. Sebab, tak ada gejala khas maupun keluhan yang diungkap Tukul selama ini pada rekan-rekan kerjanya.

Pendarahan pada otak seringkali terjadi tanpa disadari. Padahal, banyak hal-hal yang mungkin sering diabaikan namun berpotensi terjadinya pendarahan pada otak, seperti kebiasaan mengedan.

Menurut Dokter Spesialis Bedah Saraf Primaya Hospital Pasar Kemis, dr. Subrady Leo Soetjipto Soepodo, Sp.BS, mengedan ketika buang air besar memicu risiko pecahnya pembuluh darah. Selain itu, batuk berulang, atau batuk dengan menahan napas dapat menyebabkan seseorang tidak sadarkan diri secara tiba-tiba.

"Valsava manuver atau mengedan dapat menjadi pencetus peningkatan tekanan intrakranial. Peningkatan tekanan intrakranial ini dapat menyebabkan pecah pembuluh darah pada penderita darah tinggi yang menyebabkan perdarahan otak. Valsava manuver atau mengedan juga biasa dilakukan saat batuk, buang air besar, atau menahan napas,” ujarnya, dikutip dari keterangan pers.

Pendarahan pada otak pada dasarnya tidak terjadi secara tiba-tiba, kecuali pada seseorang yang mengalami kecelakaan. Gejalanya pun kerap diabaikan. Sakit kepala atau kebas di beberapa bagian tubuh seperti kebas pada kaki, tangan, atau wajah merupakan gejala dasar yang bisa terjadi dan sering diabaikan oleh banyak orang. 

"Sakit kepala berulang menjadi salah satu indikasi terjadinya penyumbatan pembuluh darah sekitar 80 persen atau ada kemungkinan sebagian pembuluh darah pecah sekitar 20 persen. Baik penyumbatan pembuluh darah maupun pecahnya pembuluh darah dapat berakibat pada pendarahan pada otak,” ujarnya lagi.

Lebih dalam, seseorang yang berpotensi mengalami penyumbatan atau pecah pembuluh darah dapat mengamati fungsi bagian muka, bicara, gerak, dan menelan yang sudah tidak normal sebagai gejala yang paling mudah untuk dideteksi. Hal-hal lain yang patut diwaspadai adalah ketika seseorang sering merasa pusing serta membutuhkan waktu atau tidak bisa langsung bangun dari posisi berbaring.

“Hal tersebut terjadi karena adanya perubahan tekanan dari posisi datar, duduk, atau tegak,” imbuhnya.[viva]
close
Subscribe