Ramai Tweet Fadjroel Disebut Tak Sensitif, Terkait Uji Dubes?
logo

14 Juli 2021

Ramai Tweet Fadjroel Disebut Tak Sensitif, Terkait Uji Dubes?

Ramai Tweet Fadjroel Disebut Tak Sensitif, Terkait Uji Dubes?


GELORA.CO - Juru bicara Presiden, Fadjroel Rachman, dinilai tidak empati lantaran karena sebuah cuitannya di Twitter. 

Tweet Fadjroel dianggap tidak etis karena di-posting saat kasus kematian akibat COVID-19 di RI sedang menanjak. 

Seperti apa tweet Fadjroel?
Melalui akun Twitter pribadinya, @fadroeL, Rabu (14/7/2021) pagi, Fadroel men-tweet soal kehidupan. Dia mengutip ungkapan salah seorang penyair asal Jerman, Friedrich Schiller.

"Hidup yang tidak dipertaruhkan, tidak akan pernah dimenangkan ~ Friedrich Schiller," tulis Fadjroel.

Tweet itulah yang dipermasalahkan. Karena Tweet tersebut Fadroel dinilai tidak sensitif.

Ada sejumlah akun yang menyoroti tweet Fadjroel, salah satunya akun terverifikasi, @apathoni. Akun tersebut menilai tweet Fadjroel tak tepat diunggah saat ini.

Dia menyebut Friedrich Schiller punya satu ungkapan lagi. Dia mempertanyakan mengapa Fadroel tidak men-tweet ungkapan yang dia maksud.

"Padahal ada quote ini dari Friedrich Schiller: "The man of courage thinks not of himself. Help the oppressed and put thy trust in God." Kenapa dia gak tweet itu ya?," tulis @apathoni.

Tweet @apathoni ini ditanggapi netizen lainnya. "Udah cocok orang kayak gitu "didubeskan" ke negara yang ga punya hubungan strategis sama Indonesia," balas akun @febryantov.

Fadroel sendiri saat ini sedang menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon Duta Besar (Dubes) RI di Komisi I DPR RI. Fadjroel diusulkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Dubes RI di Kazakhstan merangkap Tajikistan.

Fadjroel sebelumnya sudah memberikan tanggapan perihal namanya yang diajukan menjadi calon Dubes RI. Dia mengaku siap menjalankan apapun tugas yang diberikan Presiden Jokowi.

"Apa pun tugas negara yang diarahkan Presiden Joko Widodo kepada saya adalah anugerah tak ternilai," kata Fadjroel lewat pesan singkat, Jumat (25/6).

Fadjroel mengatakan tugas negara yang diberikan Presiden Jokowi merupakan tugas mulia. Dia mengaku akan tetap berkontribusi di mana pun untuk kemajuan Indonesia.

"Karena tugas negara adalah tugas mulia, di mana pun, untuk kejayaan negara dan bangsa menuju Indonesia Maju," ujar dia.(detik)