Nakes Disuntik Moderna, Ahli: Manjur Lawan Varian Delta jika 2 Dosis
logo

14 Juli 2021

Nakes Disuntik Moderna, Ahli: Manjur Lawan Varian Delta jika 2 Dosis

Nakes Disuntik Moderna, Ahli: Manjur Lawan Varian Delta jika 2 Dosis


GELORA.CO - Para tenaga kesehatan di Indonesia segera divaksinasi dosis ketiga dengan vaksin Moderna. Kendati sudah disuntik dua dosis dengan vaksin Sinovac, ratusan nakes tetap terpapar Covid-19 dan ada yang meninggal. Dengan booster diyakini bisa memberikan perlindungan dari Covid-19 varian Delta.

Saat ini belum ada data spesifik dirilis yang menunjukkan kemanjuran vaksin Moderna terhadap varian Delta. Meski begitu, pejabat perusahaan mengatakan bahwa penelitian telah menunjukkan bahwa vaksin tersebut menghasilkan perlindungan yang menjanjikan dalam laboratorium terhadap varian Delta.

“Ketika kami berusaha untuk mengalahkan pandemi, sangat penting bagi kami untuk proaktif ketika virus berkembang. Kami tetap berkomitmen untuk mempelajari varian yang muncul, menghasilkan data, dan membagikannya saat tersedia. Data baru ini mendorong dan memperkuat keyakinan kami bahwa Vaksin Moderna harus tetap protektif terhadap varian yang baru terdeteksi,” kata CEO Moderna St├ęphane Bancel dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari NBC Boston, Rabu (14/7).

Para ahli menyarankan bahwa vaksin Moderna dua suntikan atau dua dosis kemungkinan memiliki tingkat kemanjuran yang serupa dengan vaksin Pfizer, tetapi tingkat spesifiknya tidak diketahui saat ini. Booster itu akan menjadi campuran 50-50 dari vaksin Covid-19 yang saat ini resmi dan vaksin messenger RNA (mRNA) lain yang sedang dikembangkan perusahaan.

Dalam laman United Nation, Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menegaskan bahwa kesenjangan global dalam pasokan vaksin sangat tidak merata dan tidak adil. Sejumlah negara sudah mulai memikirkan booster untuk nakes.

“Beberapa negara dan wilayah sebenarnya memesan jutaan dosis booster sebelum negara lain memiliki persediaan untuk memvaksinasi petugas kesehatan mereka dan yang paling rentan,” katanya.

Dia menambahkan bahwa data menunjukkan bahwa vaksinasi menawarkan kekebalan jangka panjang terhadap Covid-19 yang parah dan mematikan. Moderna dan Pfizer memprioritaskan pasokan vaksin sebagai penguat ke negara-negara yang populasinya memiliki cakupan yang relatif tinggi.

Tedros mendorong sumbangan dari COVAX harus datang lebih cepat. “Seluruh dunia sakit dan lelah, dan semua orang ingin bebas, dan mengakhiri pandemi adalah kuncinya. Virus masih terus beredar,” jelasnya.[Jawapos]