Link Parera Durasi 11 Menit Viral, Video Call Dewasa Direkam Diam-Diam

Link Parera Durasi 11 Menit Viral, Video Call Dewasa Direkam Diam-Diam

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Link Parera Durasi 11 Menit Viral, Video Call Dewasa Direkam Diam-Diam

GELORA.CO -
Dunia TikTok kembali diguncang skandal yang melibatkan konten dewasa yang direkam dan disebarkan secara tidak sah.

Kali ini, seorang TikToker perempuan bernama Parera menjadi sorotan setelah video call dewasa berdurasi 11 menit yang melibatkannya dan seorang pria yang diklaim sebagai "Sultan Malaysia" beredar luas di berbagai platform.

Video yang kini viral tersebut menunjukkan Parera sedang melakukan aksi dewasa melalui panggilan video. Klaim yang menyertai penyebaran video menyebut pria di seberang layar adalah seorang "Sultan Malaysia".

Namun, klaim ini belum dapat diverifikasi kebenarannya dan diragukan oleh banyak netizen. Ada spekulasi lain yang berkembang, bahwa pria tersebut sebenarnya adalah pacar Parera sendiri yang dengan sengaja merekam sesi tersebut.

Terlepas dari identitas orang yang merekam video dan menyebarkannya ini, pola kejadian ini mengikuti tren mirip yang beberapa kali terjadi sebelumnya.

Modusnya biasanya melibatkan pelaku yang memanfaatkan jasa video call dewasa dari sejumlah TikToker, yang diketahui memang menawarkan konten eksklusif berbayar.

Bedanya, pelaku kemudian merekam sesi tersebut secara diam-diam, tanpa sepengetahuan atau izin sang TikToker.

Rekaman itu lalu diedarkan untuk keuntungan finansial pribadi si pelaku. Konten-konten tersebut disebar melalui aplikasi pesan seperti Telegram, platform media sosial X, atau layanan penyimpanan cloud seperti Terabox.

Pelaku tidak sekadar menyebar. Mereka mengemasnya dalam skema bisnis eksploitatif. Calon penonton diharuskan membayar sejumlah uang untuk mendapatkan akses, baik dengan sistem "langganan" bulanan maupun pembayaran satu kali untuk masuk ke grup "VIP" yang berisi kumpulan video sejenis.

Dengan demikian, para TikToker yang menjadi korban tidak hanya dirugikan secara moral dan privasi, tetapi juga secara finansial karena hasil dari rekaman ilegal tersebut mengalir ke pelaku penyebar.

Kasus Parera ini kembali menyoroti kerentanan creator, terutama perempuan, dalam industri konten daring. Di satu sisi, ada narasi yang menyebutkan bahwa jasa video call dewasa adalah bagian dari transaksi yang disadari.

Namun, di sisi lain, perekaman dan penyebaran tanpa izin merupakan pelanggaran privasi berat dan bentuk eksploitasi digital. 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita