Ustaz di Depok Ungkap Detik-detik Insiden Pria Ancam Gorok Lehernya
logo

31 Oktober 2020

Ustaz di Depok Ungkap Detik-detik Insiden Pria Ancam Gorok Lehernya

Ustaz di Depok Ungkap Detik-detik Insiden Pria Ancam Gorok Lehernya


GELORA.CO - Seorang ulama di Depok, H Ahmad Tajul Aspia, sempat diancam akan digorok oleh seorang pemuda, MR (24). Ustaz Ahmad Tajul Aspia menceritakan detik-detik ketika pelaku datang mengancamnya.
Peristiwa itu terjadi di rumahnya di Jl Masjid, Cinere, Depok, pada pada Jumat (30/10) sekitar pukul 03.15 WIB. Saat itu, Ustaz Tajul sedang melaksanakan wiridan bersama para santri.

"Setelah itu kita istirahat, lalu kita acara makan malam. Nah itu sekitar jam 03.15 WIB kejadiannya. Ketika kita lagi makan, terdengar ada suara lari mau buka gerbang, tapi nggak bisa," kata Tajul saat ditemui detikcom di lokasi, Sabtu (31/10/2020).

Tajul mengatakan pelaku saat itu menendang-nendang pagar pintu gerbang. Pelaku kemudian berteriak memanggil namanya sambil mengancam.

"Lalu sambil lari lagi, dia nendang gerbang pengen jebol pintu gerbang, sambil teriak, 'Mana Ustaz Tajul? Saya mau gorok lehernya. Sama balas dendam,'" kata Tajul.


Mendengar teriakan pelaku, murid-muridnya kemudian keluar. Sempat terjadi baku hantam karena pelaku sempat melawan saat hendak diamankan.

"Serentak murid saya itu mengamankan dan dia melawan. Setelah melawan terjadilah baku hantam, sehingga sampai 10 meter dari rumah. Dari gerbang baku hantamnya. Dari dalam ke luar. Dia melawan, tidak kabur," bebernya.

Murid-murid Tajul saat itu berupaya menghalau pelaku. Karena pelaku terus melawan, akhirnya dia diikat.

"Dihalau murid saya juga. Diamankan, diiket. Tetep sambil teriak, teriakannya sama (mengancam akan menggorok lehernya)," tuturnya.

Pelaku juga berbicara melantur.




Dan dia ngaku katanya cucunya Nabi Muhammad dan temennya Nabi Adam. Setelah itu kita iket, kita interogasi," ucapnya.

Meski begitu, Ustaz Tajul sempat memberinya makan dan minum. Ia kemudian menghubungi RT dan kepolisian untuk mengamankan pelaku.

"Sempet diberi makan nasi, saya kasih minum teh manis anget. Terus saya hubungi keluarga, RT, pihak kepolisian. Disuapin makannya (sambil diikat) pakai tambang kaki dan tangannya diiket. Ngamuk terus soalnya," katanya.

Tidak lama kemudian, polisi datang mengamankan pelaku. Pelaku kemudian dibawa ke kantor polisi.


"Alhamdulillah polisi datang. Kalau sama massa ngeri dibakar, dari Polsek Cinere cepat datang ke TKP 3 orang, lalu diamankan, dibawa ke Polsek," tuturnya.

Saat diinterogasi di kantor polisi, pelaku tetap meracau. Tajul menyebutkan, dari hasil pemeriksaan polisi, pelaku mengalami gangguan jiwa.

"Ketika diinterogasi di sana dia tetep sama jawabannya seperti itu, ingin menggorok. Dan setelah diinterogasi, dia inget namanya, alamatnya, tapi dia tetep masih mengaku cucu Rasulullah, temen Nabi Adam. Terus polisi dibawa periksa kejiwaan ke RS Cilendek. Apa bener motifnya ini gangguan jiwa, hasilnya dikatakan ada gangguan jiwa," ungkapnya.

Tajul menyerahkan sepenuhnya penyidikan ke polisi. Ia bersyukur tidak mengalami luka sedikit pun akibat kejadian itu.

"Saya serahkan ke pihak kepolisian. Dan hamdallah nggak ada korban, saya juga alhamdulillah sehat," pungkasnya.(dtk)