Kasihan, Merrisa Harus Bolak-balik RS akibat Pukulan Balok Saat Sholat
logo

2 Januari 2019

Kasihan, Merrisa Harus Bolak-balik RS akibat Pukulan Balok Saat Sholat

Kasihan, Merrisa Harus Bolak-balik RS akibat Pukulan Balok Saat Sholat


GELORA.CO - Merrisa Ayu Ningrum harus bolak-balik rumah sakit akibat menderita luka yang cukup serius usai dipukul balok saat shalat di Masjid Al Istiqomah, Samarinda, Kalimantan Timur.

Mahasiswi Universitas 17 Agustus (Untag) itu mengalami gangguan syaraf akibat mendapatkan pukulan keras sebanyak dua kali pukulan di bagian kepala belakang dan telinga kiri.

Pukulan keras itu membuat Merrisa Ayu Ningrum mengalami gangguan pendengaran dan penglihatan. 

Selain itu, kepala bagian belakang Ayu Ningrum juga benjol. Sedangkan mata kirinya tidak dapat melirik ke arah kiri. Bahkan, pandangannya masih kabur.

Kondisi itu membuat Ayu Ningrum harus bolak balik ke klinik mata dan rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Wakil Kasat Reskrim Polres Samarinda AKP Triyanto mengatakan, pihaknya sudah memeriksa saksi dan memperoleh hasil visum luka yang dialami korban.

Berdasarkan hasil visum, Merrisa Ayu Ningrum mengalami luka di tengkuk karena dipukul menggunakan balok.

Polres Samarinda, Kalimantan Timur, terus memburu pelaku bernama Muhammad Jauhari.

“Kami bentuk tim dari satuan opsnal reskrim dan polsek seluruh Samarinda. Untuk keberadaannya, kami lakukan pelacakan,” ujar Triyanto, seperti dilansir laman Prokal.

Petugas juga sudah mendapatkan video pemukulan itu dari rekaman CCTV. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi.

“Dari keterangan korban, pelaku diduga hendak mencuri tas. Namun, enggak sempat dan pelaku lari,” kata Triyanto. 

Sementara itu, Kapolres Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto mengimbau Jauhari segera menyerahkan diri.

Pihaknya kini memburu Jauhari yang diketahui menggunakan sepeda motor milik tetangga di Sanga-Sanga.

“Dugaannya, motor yang dipinjam pelaku mau dijual. Ini sudah teridentifikasi. Pelaku membahayakan. Mungkin karena stres atau apa,” ujar Vendra. [PS]

Loading...

Komentar Netizen

loading...