Din Syamsuddin: Pemanggilan Amien Rais Picu Kegaduhan Politik

Din Syamsuddin: Pemanggilan Amien Rais Picu Kegaduhan Politik

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Mantan Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menyampaikan keprihatinannya atas pemanggilan kepolisian kepada Amien Rais. Tak hanya itu saja, Din, yang pernah menjadi utusan khusus Presiden Jokowi ini juga menilai, pemeriksaan Amien bisa menimbulkan kegaduhan politik.

"Saya sangat prihatin dengan pemanggilan terhadap Bapak M. Amien Rais oleh Kepolisian RI. Pemanggilan tersebut apalagi jika dilakukan penahanan akan bersifat kontraproduktif dan dapat memicu kegaduhan politik yang mengganggu proses pemilu/pilpres," tegas Din dalam keterangan tertulis, Rabu (10/10).

Din menjelaskan, kedatangan Amien memenuhi panggilan polisi juga mesti diapresiasi. Hal itu menunjukkan jati diri sebagai warga negara yang baik dan perlu diikuti pejabat atau elite politik yang lain.

"Rakyat cinta hukum dan keadilan akan tergerak untuk mendesakkan penegakan hukum secara berkeadilan, khususnya terhadap semua indikasi pelanggaran hukum oleh para elite politik, maka akan terjadi aksi gugat menggugat. Jika pemerintah, khususnya kepolisian tidak dapat menanggulangi keadaan ini apalagi tidak melakukan keadilan, maka sangat mungkin akan terjadi pengabaian (disobedience) dan ketakpercayaan (distrust) terhadap hukum," urai Din.

Kegaduhan dan ketakpercayaan pada hukum akan menimbulkan hal tidak positif bagi bangsa.

"(Dapat) mengganggu pemilu/pilpres dan secara khusus merugikan pemerintahan Presiden Jokowi," tambahnya.

Din juga meminta kepada semua pihak untuk dapat menahan diri, tidak menerapkan pendekatan politik saling mengenyahkan dengan adu otot, tapi sebaliknya perlu mengedepankan adu otak dengan argumen-argumen yang berkualitas.

"Pemilu/pilpres adalah cara beradab untuk memilih pemimpin, jangan sampai terjebak ke dalam ketakadaban apalagi kebiadaban," kata Din.

Amien Rais diperiksa polisi sebagai saksi kasus penyebaran hoaks Ratna Sarumpaet. [kmp]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita