Dirut KAI Bobby Rasyidin Buka Suara soal KPK Sita Rp2 Miliar: Saya Sangat Sedih -->

Dirut KAI Bobby Rasyidin Buka Suara soal KPK Sita Rp2 Miliar: Saya Sangat Sedih

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin buka suara soal penyitaan uang Rp2 miliar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penyitaan itu disebut-sebut terkait kasus dugaan korupsi pengadaan digitalisasi SPBU Pertamina tahun 2018-2023.

Bobby mengaku sedih melihat banyaknya pemberitaan seolah penyitaan tersebut dilakukan baru-baru ini.


"Terkait ramainya pemberitaan hari ini di media tentang saya, saya sangat sedih dan menyatakan bahwa pemberitaan itu tidak benar," kata Bobby dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/11/2026).

Dia menyatakan saat ini sedang fokus mengatasi persoalan terkait kereta api. Dia sedang berada di Yogyakarta untuk menginspeksi keselamatan pelintasan sebidang.


Langkah ini dilakukan untuk memastikan masa libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru) berlangsung tanpa ada kecelakaan atau zero accident.

"Mari kita sambut libur Nataru dengan perjalanan kereta api yang semakin baik," ujar Bobby.

Sementara itu, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan, penyitaan itu terjadi pada tahun lalu di bulan Agustus. 

"Bahwa penyitaan itu sudah dilakukan sejak Agustus 2025. Jadi kami luruskan penyitaan ini bukan dilakukan dalam waktu dekat ini ya, tapi penyitaan sudah dilakukan di tahun lalu," kata Budi kepada wartawan, Jumat (6/11/2026). 

Budi menyebut, penyitaan ini bermula dari Bobby Rasyidin yang mengembalikan sendiri uang tersebut. Menurut Budi, uang yang disita itu diduga berasal dari salah satu tersangka perkara tersebut. Namun, identitasnya belum diungkap. 

"Bahwa dalam penyitaan tersebut yang bersangkutan secara kooperatif kemudian menyerahkan ataupun mengembalikan sejumlah uang Rp2 miliar tersebut, yang kemudian atas pengembalian ini dilakukan penyitaan oleh penyidik," ujarnya

Sumber: inews 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Jadikan Sumber Pilihan