GELORA.CO – Kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyeret mantan Kapolri sekaligus Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal Listyo Sigit Prabowo memicu spekulasi baru di ruang publik. Sejumlah netizen menduga hasil sadapan tersebut tidak hanya mengalir ke “Geng Solo”, tetapi juga menjadi sumber informasi bagi podcast *Bocor Alus Politik* Tempo yang selama ini dikenal selalu mendapat bocoran soal dinamika Istana.
Bareskrim Polri menetapkan Listyo Sigit Prabowo bersama dua jenderal lainnya—Irjen Ahrie Sonta Nasution dan Irjen Eko Hadi Santoso—sebagai tersangka. Mereka diduga memerintahkan penyadapan tanpa prosedur terhadap nomor telepon Presiden Prabowo Subianto, pejabat negara, tokoh politik, media, ormas, LSM, hingga pengusaha sepanjang 2025–2026. Nomor dimasukkan ke sistem Lawful Interception Management System (LIMS) tanpa verifikasi dan tanpa kaitan dengan proses penegakan hukum. Pada Oktober 2026, file hasil sadapan beserta log sistem diduga dihapus, sebelum akhirnya dilaporkan petugas pada 30 Oktober 2026.
Mahfud MD, mantan Menko Polhukam, memperkuat narasi aliran informasi tersebut. Ia menyatakan yakin produk final hasil penyadapan sampai ke Solo (yang diasosiasikan dengan “Geng Solo” atau lingkungan Jokowi). Menurutnya, informasi itu digunakan untuk membaca arah langkah target dan merancang cara mengganggunya. Mahfud juga menilai tindakan tersebut bisa mengarah ke perbuatan makar.
Dari pernyataan Mahfud itu, spekulasi publik meluas ke podcast Bocor Alus Politik Tempo. Podcast yang dibawakan jurnalis Tempo ini terkenal dengan “bocoran alus” soal politik Istana, reshuffle, dan manuver di balik layar. Netizen mengaitkannya dengan fakta bahwa tim Bocor Alus sempat diundang Jokowi ke Solo untuk wawancara, serta kemampuan podcast tersebut secara konsisten menghadirkan informasi yang sulit diakses media lain.
Komentar Netizen yang Viral
Spekulasi ini meledak di media sosial, terutama X (Twitter). Salah satu unggahan yang mendapat respons besar berbunyi:
“SAYA CURIGA BOCOR ALUS TEMPO JADI PENADAH HASIL SADAPAN GENG LISTYO. MAKANYA YG DIUNDANG KE SOLO YA MEREKA.”
Unggahan tersebut mendapat ribuan likes dan ratusan repost. Komentar lain yang muncul antara lain:
- “ini yg ada di kepala gw... mungkin ga sih bocor alus Tempo itu salah satu informan nya petinggi polri yg terlibat penyadapan? ... terlebih mereka pernah sowan ke solo?”
- “@tempodotco patut diduga menikmati bocoran hasil penyadapan LSP dkk. Tim bocor alus sdh 2x diundang ke Solo.”
Ada pula yang lebih hati-hati, menyebut dugaan tersebut “terlalu liar” dan mengingatkan bahwa Bocor Alus sudah kritis sejak era sebelumnya serta memiliki jaringan sumber sendiri. Sebagian netizen justru menunggu episode khusus Bocor Alus yang mengulas kasus penyadapan ini.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Tempo maupun penyidik Bareskrim yang mengonfirmasi atau membantah dugaan aliran hasil sadapan ke podcast tersebut. Sasaran penyadapan memang mencakup kalangan media, namun tidak disebutkan secara spesifik media mana.
Kasus ini masih dalam tahap penyidikan. Istana telah mencopot Listyo Sigit dari jabatan KSP dan mengkategorikan tindakan tersebut mengarah ke perbuatan yang membahayakan kepentingan negara. Publik menunggu apakah penyidik akan menelusuri lebih jauh siapa saja pihak yang menerima dan menggunakan hasil penyadapan tersebut.
