WNI Ditangkap Pasukan Ukraina, Ngaku Dijebak Jadi Tentara Rusia saat Kerja Cleaning Service -->

WNI Ditangkap Pasukan Ukraina, Ngaku Dijebak Jadi Tentara Rusia saat Kerja Cleaning Service

Gelora News
facebook twitter whatsapp
WNI Ditangkap Pasukan Ukraina, Ngaku Dijebak Jadi Tentara Rusia saat Kerja Cleaning Service

GELORA.CO -
Beredar rekaman video yang memperlihatkan seorang Warga Negara Indonesia (WNI) berseragam militer Rusia ditangkap oleh pasukan militer Ukraina.

Pria Indonesia tersebut tampak dalam kondisi terluka dan tengah berada dalam penanganan medis, termasuk diberi makanan dan minuman oleh tentara setempat.

Saat diinterogasi, ia mengaku tidak pernah berniat menjadi tentara Rusia dan mengklaim menjadi korban pemaksaan saat bekerja.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @infokomando.official pada Kamis (3/9/2026), interaksi antara WNI tersebut dan pihak militer Ukraina berlangsung menggunakan bantuan aplikasi penerjemah bahasa di ponsel karena keterbatasan komunikasi.

WNI tersebut menyampaikan permohonan agar dipindahkan ke pihak imigrasi atau Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

"Kami tidak mau jadi tentara Rusia, Pak," ujar WNI berseragam tentara Rusia tersebut dalam rekaman, dikutip Tribunsumsel.com, Kamis (3/9/2026).

Ia menceritakan bahwa keberadaannya di kelompok tersebut tidak sendiri, melainkan bersama satu rekannya yang kini telah terpisah.

"WNI di kelompok kami hanya ada dua orang. Saya bersama teman saya, tapi kami dipisahkan. Mungkin dia sudah meninggal. Kami ingin menyerahkan diri ke Layanan Imigrasi Ukraina. Kami tidak mau jadi tentara Rusia," ungkapnya.

Perekam video yang diduga prajurit Ukraina kemudian menanyakan alasan keberadaannya di medan perang.

"Kenapa kamu datang ke negara kami untuk berperang melawan kami?" tanya tentara Ukraina tersebut.

WNI itu menegaskan bahwa ia tidak pernah mengetahui akan dikirim ke garis depan pertempuran.

Menurut pengakuannya, ia awalnya mendaftar pekerjaan sebagai petugas kebersihan (cleaning service) sebelum akhirnya ditangkap secara paksa.

"Karena aku kemarin pas bekerja di cleaning service, kami diambil, kami dipaksa (ditangkap). Kami tidak tahu dibawa ke mana. Jadi kami memutuskan mencari tentara Ukraina agar membawa kami ke Imigrasi Ukraina atau ke Kedutaan Besar Indonesia," terangnya.

Dalam pemeriksaan tersebut, tentara Ukraina juga menemukan bahwa tubuh WNI tersebut telah ditato dengan nomor identitas khusus militer.

Pihak militer Ukraina sempat menduga pria tersebut berbohong mengenai durasi dan jarak perjalanannya di wilayah konflik.

"Tadi dia bilang mereka baru dikirim kemarin, berarti kondisinya tidak jauh dari sini. Dalam sehari mereka tidak mungkin jalan terlalu jauh," kata seorang prajurit Ukraina.

"Tapi menurutku dia sedikit berbohong, setidaknya dia sudah berjalan kaki sekitar 10 km," sahut rekannya.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Jadikan Sumber Pilihan