Trauma Keracunan, Ratusan Ompreng MBG di SMP Jombang Menumpuk Tidak Disentuh Siswa -->

Trauma Keracunan, Ratusan Ompreng MBG di SMP Jombang Menumpuk Tidak Disentuh Siswa

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO -
  Ratusan porsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, tidak disentuh siswa pada Minggu (6/9/2026). Kondisi tersebut terjadi setelah para siswa masih mengalami trauma menyusul kejadian gangguan kesehatan yang sebelumnya terjadi usai mengonsumsi menu MBG.

Pantauan di lokasi menunjukkan ratusan ompreng berisi makanan MBG masih tertutup dan tertali. Makanan yang dikirim ke sekolah tersebut tampak menumpuk di halaman karena tidak diambil oleh para siswa.

Pengiriman menu MBG dari SPPG Mangunan disebut berlangsung setiap hari, mulai sekitar pukul 10.00 WIB hingga 13.00 WIB. Namun, pada hari ini, para siswa memilih tidak mengambil makanan yang telah disediakan.

Sejumlah siswa terlihat hanya memandang dari kejauhan tanpa berani mengambil makanan tersebut.

“Takut, karena kemarin keracunan, tidak berani ambil,” ungkap salah seorang siswa.

Kepala SMPN 1 Kabuh, Suprihadiono, membenarkan bahwa pihak sekolah untuk sementara tidak membagikan menu MBG kepada siswa.

Menurutnya, keputusan tersebut diambil karena kondisi psikologis siswa yang masih mengalami trauma setelah mengalami keluhan kesehatan usai menyantap menu MBG pada Rabu (2/9/2026).

“Hari ini sementara anak-anak masih trauma, kita tidak bagikan dulu,” ujar Suprihadiono.

SMPN 1 Kabuh setiap harinya disebut menerima sebanyak 683 porsi MBG dari SPPG Mangunan. Dari jumlah tersebut, 639 porsi diperuntukkan bagi siswa, sementara sisanya diberikan kepada guru dan tenaga kependidikan.

Tidak dikonsumsinya makanan tersebut membuat ratusan ompreng MBG menumpuk di halaman sekolah.

Kondisi ini menunjukkan masih adanya kekhawatiran di kalangan siswa pascakejadian sebelumnya. Pihak terkait diharapkan dapat memastikan keamanan dan kelayakan makanan sebelum program MBG kembali dikonsumsi oleh para siswa.

Terlebih, kepercayaan siswa dan orang tua menjadi faktor penting agar pelaksanaan program MBG di sekolah dapat berjalan kembali secara normal.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Jadikan Sumber Pilihan