GELORA.CO - Pengacara Muhammad Taufiq melontarkan kritik tajam terhadap kiprah politik luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai Prabowo justru terlihat tidak memiliki posisi yang kuat dalam forum internasional, meski kerap membanggakan kemampuan berbahasa Inggris.
Taufiq bahkan menyebut Prabowo dengan istilah “Pak Omon-omon” dan “Pak Gemoi”. Menurutnya, posisi Indonesia di panggung internasional tidak otomatis menguat hanya karena presiden aktif menghadiri berbagai forum internasional.
“Anda mungkin terkejut, saya pun juga terkejut. Tapi bukan terkejut siapa penggantinya. Terkejut karena penggantian menteri ini seperti buruh pabrik,” kata Muhammad Taufiq di channel YouTube miliknya, Rabu (16/9/2026).
Ia kemudian menyoroti posisi Prabowo dalam sejumlah pertemuan internasional, termasuk forum BRICS dan pertemuan di Rusia.
Menurut Taufiq, narasi mengenai Prabowo yang mendapat perhatian khusus dari pemimpin Rusia Vladimir Putin tidak serta-merta menunjukkan bahwa Indonesia memiliki posisi tawar yang kuat.
“Jadi Pak Omon-omon, Pak Gemoi yang kalau di dunia internasional ternyata dipinggirkan di pertemuan BRICS, di pertemuan Rusia yang katanya diundang secara khusus Putin ternyata dinasihati dan cuma plonga-plongo,” ujarnya.
Taufiq juga mempertanyakan efektivitas diplomasi pemerintahan Prabowo. Menurut dia, kemampuan berbahasa asing seharusnya berjalan beriringan dengan kemampuan merumuskan dan menjalankan kebijakan politik luar negeri yang jelas.
“Pak Omon-omon ini membanggakan bisa bahasa Inggris, tetapi kebijakan politik luarnya nol,” kata Taufiq.
Kritik tersebut kemudian dikaitkan Taufiq dengan dinamika politik dan pergantian menteri di dalam negeri. Ia menilai terdapat pola politik yang membuat sejumlah pejabat berada dalam posisi sangat dominan di hadapan presiden.
“Jadi di luar negeri dia dipinggirkan, di dalam negeri dia menjadi Jongoswi yang paling depan,” ujar Taufiq.
Dalam pernyataannya, Taufiq juga menyinggung persoalan penggantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menyebut salah satu persoalan yang ikut menjadi sorotan adalah kebijakan dan sikap Purbaya terhadap berbagai persoalan pengelolaan keuangan negara.
Taufiq bahkan mengaitkan Purbaya dengan pelaporan dugaan korupsi yang berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Yang namanya Purbaya ini diganti, salah satunya dia termasuk yang melaporkan koruptor-koruptor yang makan uang MBG,” ujarnya.
