Pakar: Ganjar Sibuk Lari-lari, Anies Pengangguran, Gibran Kosong, Teddy Justru Sibuk Kerja -->

Pakar: Ganjar Sibuk Lari-lari, Anies Pengangguran, Gibran Kosong, Teddy Justru Sibuk Kerja

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Pakar: Ganjar Sibuk Lari-lari, Anies Pengangguran, Gibran Kosong, Teddy Justru Sibuk Kerja

GELORA.CO
- Pengamat Politik Hendri Satrio buka suara terkait Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Menurutnya, ia memiliki citra berbeda dibandingkan sejumlah tokoh politik lain di mata generasi muda.

Menurutnya, Teddy justru dipersepsikan sebagai figur yang sibuk bekerja di tengah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia mengatakan persepsi tersebut menarik karena terbentuk dari aktivitas para tokoh yang terlihat di ruang publik.

“Di kalangan muda itu kan ada sebutan-sebutan. Ganjar misalnya identik dengan olahraga, sibuk lari-lari. Anies disebut pengangguran, Gibran disebut kosong. Nah, Teddy itu justru disebut sibuk kerja,” kata Hendri, dikutip Senin (7/9/2026).

Menurut Hendri, label tersebut menunjukkan bagaimana publik, khususnya generasi muda, menangkap aktivitas seorang tokoh berdasarkan apa yang mereka lihat sehari-hari.

Teddy menurutnya telah menjadi salah satu figur yang cukup sering terlihat bekerja ketika pemerintah menghadapi persoalan. Teddy juga disebut tidak terlalu sibuk membangun citra personal, melainkan lebih banyak tampil ketika diperlukan untuk menyelesaikan masalah ataupun memberikan penjelasan.

“Menurut saya ini menarik, karena bahkan anak-anak muda mengakui bahwa simbol orang yang sibuk bekerja di pemerintahan hari ini adalah Teddy,” ujarnya.

Hendri kemudian menyarankan presiden untuk memperbanyak menteri dengan karakter serupa. Menurut dia, pemerintahan tidak hanya membutuhkan pejabat yang memiliki kemampuan politik, tetapi juga orang yang benar-benar bekerja dan siap tampil ketika muncul persoalan.

“Kalau menurut saya, hari ini presiden perlu lebih banyak memilih menteri yang pola kerjanya seperti Teddy. Teddy itu pekerja. Dia benar-benar kerja, enggak banyak pencitraan kerjanya,” katanya.

Teddy menurutnya lebih sering terlihat menyelesaikan persoalan dibandingkan membangun popularitas pribadi. Bahkan ketika harus memberikan penjelasan mengenai persoalan yang berada di luar ranah utamanya, Teddy disebut tetap tampil.

Bagi Hendri, pola tersebut menjadi modal penting bagi pemerintahan Prabowo karena publik membutuhkan figur yang dapat menjelaskan kebijakan secara langsung ketika terjadi persoalan.

“Intinya Prabowo butuh lebih banyak menteri seperti Teddy. Lebih banyak kerja, enggak banyak pencitraan, sibuk menyelesaikan pekerjaan,” ujar Hendri.

Ia menilai persepsi positif tersebut tidak muncul begitu saja. Menurutnya, Aktivitas Teddy yang terlihat bekerja dan tampil ketika pemerintah membutuhkan penjelasan menjadi faktor yang membentuk citra tersebut di kalangan masyarakat.

Hendri pun menyebut pola kerja semacam itu semestinya menjadi pertimbangan Prabowo dalam menentukan komposisi pembantu pemerintahannya ke depan.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Jadikan Sumber Pilihan