Korban Keracunan MBG di Karo Hilang Ingatan, Keluarga: Tak Kenali Orang Terdekat -->

Korban Keracunan MBG di Karo Hilang Ingatan, Keluarga: Tak Kenali Orang Terdekat

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  — Kasus dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali memunculkan persoalan serius. Seorang siswi berusia 16 tahun, Febiona Purba, diduga mengalami gangguan ingatan setelah menjalani perawatan akibat keracunan.

Kondisi Febiona disebut berubah setelah keluar dari rumah sakit. Orang tuanya, Elvinus Lusiana Sitanggang (49), mengatakan sang anak sempat mengalami kejang hingga akhirnya dibawa kembali ke RS Haji Medan.

Menurut Elvinus, saat menjalani perawatan awal selama tiga hari, Febiona masih dalam kondisi normal. Gangguan justru terlihat setelah korban kembali ke rumah.

"Pas awal dirawat itu belum (ada gangguan ingatan). Selama pulang dari Rumah Sakit Umum masih biasa, normal. Tapi setelah sampai di rumah, dia kejang, kami bawa ke RS Haji, di situlah dia mulai omongannya udah kayak anak-anak," ujar Elvinus.

Yang membuat keluarga semakin terpukul, Febiona disebut tidak lagi mengenali sejumlah orang yang selama ini dekat dengannya. Ia bahkan harus diberi tahu kembali siapa anggota keluarga maupun teman-temannya.

"Contohnya ibaratnya keluarga. Bibinya kalau datang, 'Ini siapa?' katanya. Jadi kami kasih tahu, 'Ini Bibi.' 'Oh, Bibi.' 'Ini siapa?' Suami bibinya, 'Ini Kila Ndu, Nakku,' kami bilang. 'Oh, Kila.' Ya gitu-gitu aja ingatannya gitu," katanya.

Keluarga mengaku tidak sejak awal mendapatkan penjelasan mengenai kondisi neurologis yang dialami Febiona. Informasi mengenai dugaan dampak racun terhadap otak baru diketahui setelah korban dirawat di RS Haji.

"Cuma di Rumah Sakit Haji hari itu gini katanya, kan pindah ruangan, dibilangnya otaknya itu memang ada (terkena) gara-gara racun itu, katanya. Jadi sebenarnya ini dari ruang PICU juga udah ada, kenapa nggak dilaporkan sama kami. Jadi, ya kami mana tahu," ujar Elvinus.

Kasus ini menambah daftar persoalan dalam pelaksanaan program MBG di Karo. Sebelumnya, ratusan murid sekolah di wilayah tersebut dilaporkan mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG dari SPPG Kodim.

Kini, perhatian tidak hanya tertuju pada dugaan keracunan dan gangguan pencernaan. Kondisi Febiona memunculkan kekhawatiran baru mengenai dampak kesehatan yang lebih serius terhadap korban

BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Jadikan Sumber Pilihan