Bandara Ditutup Imbas Erupsi Anak Krakatau, Menko AHY: Keselamatan Penerbangan Tak Bisa Ditawar -->

Bandara Ditutup Imbas Erupsi Anak Krakatau, Menko AHY: Keselamatan Penerbangan Tak Bisa Ditawar

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  - Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama pemerintah, menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan sebaran abu vulkanik hingga wilayah Jabodetabek.

Menko AHY mengatakan pemerintah terus melakukan koordinasi intensif dengan Menteri Perhubungan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), serta berbagai pemangku kepentingan terkait untuk memantau perkembangan sebaran abu vulkanik dan dampaknya terhadap penerbangan.


“Hari ini saya berkomunikasi secara intensif dengan Menteri Perhubungan, dengan Kepala BMKG, kemudian tentunya berbagai stakeholders lain yang terkait dengan situasi terkini. Kita mengetahui erupsi Anak Gunung Krakatau telah mengakibatkan debu atau abu vulkanik yang menyebar sampai dengan wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya,” ujar AHY, dikutip Senin (7/9/2026).

Menurut AHY, abu vulkanik berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan. Karena itu, seluruh maskapai dan pengelola bandara diminta mematuhi standar operasional dan prosedur keselamatan yang berlaku.


“Maskapai tentunya harus benar-benar menaati SOP, protap yang menjunjung tinggi faktor keselamatan, safety first. Itu adalah prinsip yang tidak boleh ditawar. Begitu pula pengelola bandara,” katanya.

AHY menjelaskan, keputusan penutupan sementara sejumlah bandara dilakukan berdasarkan informasi penerbangan melalui Notice to Airmen (NOTAM) yang diterbitkan AirNav Indonesia. Informasi tersebut kemudian disandingkan dengan hasil paper test yang dilakukan BMKG untuk mendeteksi keberadaan abu vulkanik.

Pemerintah pun menutup sementara sejumlah bandara yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Kementerian Perhubungan mencatat ada delapan bandara yang terdampak, yakni Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Budiarto Curug, Bandara Pondok Cabe, Bandara Taufik Kiemas, dan Bandara Atung Bungsu.

“Berdasarkan NOTAM, Notice to Airmen atau Notice to Air Mission, yang dikirim atau diproduksi oleh AirNav Indonesia. Kemudian disandingkan dengan paper test yang dilakukan oleh BMKG, memang menunjukkan abu vulkanik itu sudah menyebar dari wilayah atau kawasan Anak Gunung Krakatau ke arah timur laut, tentunya sampai dengan wilayah Jabodetabek. Itu mengapa per hari ini ada sejumlah bandara utama yang harus ditutup,” kata AHY.

AHY menambahkan, kondisi sebaran abu vulkanik terus dipantau dan diuji secara berkala. Evaluasi dilakukan setiap empat jam untuk menentukan apakah operasional penerbangan sudah memungkinkan untuk kembali dibuka.

Pemerintah, lanjut AHY, tidak akan mengambil risiko dengan memaksakan operasional penerbangan apabila hasil pemantauan masih menunjukkan adanya potensi bahaya bagi keselamatan.

Penutupan sementara sejumlah bandara berdampak terhadap mobilitas masyarakat. Data terbaru Kementerian Perhubungan mencatat sekitar 467 penerbangan terdampak akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 409 merupakan penerbangan domestik dan 58 penerbangan internasional. Secara keseluruhan, sekitar 150 ribu penumpang turut terdampak.

AHY menegaskan pemerintah akan terus memonitor perkembangan situasi dengan mengedepankan keselamatan penerbangan. Pemerintah memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan transparan mengenai kondisi penerbangan serta perkembangan operasional bandara yang terdampak

Sumber: inews 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Jadikan Sumber Pilihan