Said Didu Ungkap 4 Alasan “Geng Solo” Disebut Kebelet Rebut Kekuasaan Sebelum 2029 -->

Said Didu Ungkap 4 Alasan “Geng Solo” Disebut Kebelet Rebut Kekuasaan Sebelum 2029

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO
-  Mantan Sekretaris BUMN Muhammad Said Didu mengungkap sejumlah alasan yang menurutnya menjadi penyebab “Geng Solo” disebut kebelet merebut kekuasaan sebelum Pemilu 2029.

Pernyataan tersebut disampaikan Said Didu melalui akun TikTok miliknya pada 29 Agustus 2026. Dalam unggahannya, ia mengaitkan hal itu dengan dinamika politik Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta peluang politik menuju 2029.

Menurut Said Didu, terdapat empat faktor yang menjadi penyebab “Geng Solo” disebut ingin merebut kekuasaan sebelum 2029.

“Penyebab Geng Solo kebelet ingin rebut kekuasaan sblm 2029,” tulis Said Didu dalam unggahannya.

Pertama, Said Didu menyebut Jokowi tidak pernah rela melepaskan kekuasaan dari dinastinya.

“1) Jokowi tidak pernah rela lepaskan kekuasaan dari dinastinya,” tulisnya.

Kedua, ia menilai belum ada tanda positif dari Prabowo bahwa dirinya akan kembali berpasangan dengan Gibran pada Pilpres 2029.

“2) Prabowo belum memberikan tanda positip bahwa akan mau lagi pasangan dengan Gibran 2029,” ujarnya.

Ketiga, Said Didu menyebut “Geng Solo” menganggap peluang Gibran untuk maju akan semakin berat apabila harus menunggu hingga 2029.

“3) Geng Solo anggap bahwa jika mereka menunggu sampai 2029 maka Gibran berat bisa maju,” tulisnya.

Keempat, ia menyebut adanya persepsi bahwa peluang menjatuhkan Prabowo terbuka, dengan merujuk pada hasil survei dan kondisi ekonomi.

“4) Geng Solo melihat peluang jatuhkan Prabowo karena dari hasil survey, rakyat makin gak suka Prabowo dan ekonomi makin jelek,” ungkap Said Didu.

Dari empat alasan tersebut, Said Didu kemudian menyimpulkan munculnya pandangan bahwa momentum perebutan kekuasaan harus dilakukan sebelum 2029.

“Akhirnya keluar opini ‘kalau bukan sekarang – gak akan mungkin lagi’,” tulisnya.

Pernyataan Said Didu tersebut merupakan analisis dan pandangan pribadinya yang disampaikan melalui media sosial. Hingga berita ini ditulis, belum terdapat tanggapan dari pihak-pihak yang disebut dalam pernyataan tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak terkait.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Jadikan Sumber Pilihan