Postingan Anak Pejabat Aceh Jadi Sorotan, Pamer Liburan Mewah di Tengah Pemulihan Bencana

Postingan Anak Pejabat Aceh Jadi Sorotan, Pamer Liburan Mewah di Tengah Pemulihan Bencana

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  -- Unggahan anak seorang pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, Aceh, yang memamerkan liburan ke luar negeri hingga foto belasan jeriken berisi bahan bakar minyak (BBM) viral di media sosial dan menuai sorotan publik.


Sosok yang menjadi perhatian adalah Nevirizal, Asisten Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Gayo Lues.

Unggahan anaknya memperlihatkan sejumlah foto perjalanan wisata ke Korea Selatan, Bangkok, hingga Eropa serta percakapan keluarga yang membahas rencana pembelian mobil.

Tak hanya itu, dalam unggahan lainnya juga terlihat foto sejumlah jeriken yang tersusun rapi di sebuah ruangan di samping mobil berwarna hitam.


Foto tersebut disertai keterangan yang menyebut BBM itu dibeli oleh sang ayah.

"Papaku beli minyak 15 jeriken. Ntah mobil mana lagi yang mau dipenuhkannya," demikian tulisan dalam unggahan yang beredar dan dilihat pada Rabu (22/7/2026).

Unggahan tersebut kemudian menjadi perbincangan di media sosial.

Warganet menyoroti gaya hidup mewah yang dipamerkan, terlebih karena diunggah ketika Kabupaten Gayo Lues masih berada dalam tahap pemulihan pascabencana.

Sorotan publik juga mengarah pada salah satu tangkapan layar percakapan keluarga yang diunggah.

Dalam percakapan itu, Nevirizal disebut sedang mengikuti rapat terkait penanganan bencana di Kabupaten Gayo Lues.



Menanggapi viralnya unggahan tersebut, Nevirizal menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pemerintah daerah. Ia mengatakan anaknya tidak memiliki maksud tertentu saat mengunggah foto-foto tersebut.

"Saya mohon sama pemerintah, sama masyarakat yang tersakiti karena ini memang ketidaksengajaan yang anak kami buat karena mungkin dia belum sampai pemikirannya ke situ," kata Nevirizal.



Nevirizal juga memberikan klarifikasi terkait unggahan yang memperlihatkan liburan keluarganya ke luar negeri.

Menurutnya, foto-foto tersebut merupakan dokumentasi perjalanan yang dilakukan pada pertengahan tahun 2025 dan bukan perjalanan yang baru dilakukan.

Ia menjelaskan, sang istri dan anak pergi ke Korea Selatan untuk mendampingi anggota keluarga yang menjalani pengobatan mata. Sementara perjalanan ke Eropa juga dilakukan tanpa dirinya.

"Postingan itu kejadian tahun lalu. Anak dan istri saya pergi ke Korea pertengahan tahun 2025 membawa anggota keluarga berobat mata," ujarnya.



Nevirizal menegaskan dirinya tidak ikut dalam rombongan perjalanan tersebut, baik ketika keluarganya berangkat ke Korea Selatan maupun saat berlibur ke Eropa.

Ia pun membantah anggapan bahwa dirinya sengaja memamerkan gaya hidup mewah di tengah situasi pemulihan pascabencana yang tengah dihadapi Kabupaten Gayo Lues.

Terkait foto 15 jeriken BBM yang menjadi sorotan publik, Nevirizal menjelaskan bahwa bahan bakar tersebut dibeli pada Desember 2025 untuk kebutuhan penanganan bencana ketika terjadi kelangkaan BBM di wilayahnya.

Menurut dia, BBM tersebut sengaja disimpan di kediamannya sebelum didistribusikan untuk mendukung operasional penanganan bencana.

"Minyak itu 15 jeriken di-drop di rumah saya untuk penanganan bencana bulan 12 kemarin," jelasnya.
Meski demikian, unggahan yang terlanjur viral itu terus menuai beragam tanggapan dari masyarakat.

Selain mempertanyakan sumber dan peruntukan BBM yang disimpan dalam jumlah banyak, publik juga menyoroti pentingnya sensitivitas pejabat publik beserta keluarganya dalam menggunakan media sosial.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa di era digital, unggahan di media sosial dapat dengan cepat menjadi perhatian publik, terutama apabila melibatkan pejabat negara maupun keluarganya.

Sikap bijak dan kehati-hatian dalam membagikan kehidupan pribadi di ruang digital menjadi hal yang penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap penyelenggara pemerintahan

Sumber: Wartakota 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google