Iran Tegaskan Siap Perang Habis-habisan Lawan AS, tapi...

Iran Tegaskan Siap Perang Habis-habisan Lawan AS, tapi...

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Iran siap perang habis-habisan melawan Amerika Serikat (AS), meski demikian tetap mengedepankan penyelesaian diplomatik. Konflik kedua negara pecah kembali sepakan terakhir, dipicu pengelolaan lalu lintas Selat Hormuz.

Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan militernya selalu siap untuk berperang. Namu, ketua juru runding negosiasi dengan AS itu juga menekankan perlunya memanfaatkan diplomasi dalam memajukan kepentingan nasional.


"Kami tidak pernah menginginkan perang dan tidak menginginkannya sekarang, tapi kami harus selalu siap untuk berperang serta membela keamanan dan kepentingan nasional hingga napas terakhir," kata Ghalibaf, di akun Telegram, dikutip Kamis (16/7/2026).

"Pada saat yang sama, kita juga harus menggunakan diplomasi dan negosiasi untuk memajukan dan melindungi kepentingan nasional kita," ujarnya, lagi.


Konflik terbaru Iran-AS pecah sejak 7 Juli ditandai dengan pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebutkan MoU gencatan senjata telah berakhir. Padahal MoU untuk mengakhiri perang yang berlangsung sejak 28 Februari itu berlaku selama 60 hari, terhitung sejak kedua pihak meneken perjanjian pada 17 Juni lalu.

Bukan mereda, serangan dari kedua pihak justru semakin intensif beberapa hari belakangan. AS dan Iran sama-sama memperluas target serangan.


Trump pada Selasa lalu mengatakan, serangan terhadap Iran akan berlanjut dan meningkat hingga beberapa hari mendatang. Bahkan militernya akan menargetkan pembangkit listrik dan jembatan pekan depan kecuali Iran mau kembali ke meja perundingan.

Namun pernyataan berbeda disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Esmail Baghaei yang mengatakan Iran tidak memiliki rencana untuk bernegosiasi dengan AS saat ini.


"(Iran) Fokus pada pertahanan," kata Baghaei.

Kementerian Kesehatan Iran mengungkap, serangan AS sepekan terakhir telah menewaskan setidaknya 35 orang tewas serta menyebabkan lebih dari 300 lain luka

Sumber: inews 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google