Ini 6 Tampang Diduga Pelaku Main Hakim Sendiri ke Maling Ayam di Tabanan, Polisi Didesak Bertindak -->

Ini 6 Tampang Diduga Pelaku Main Hakim Sendiri ke Maling Ayam di Tabanan, Polisi Didesak Bertindak

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Ini 6 Tampang Diduga Pelaku Main Hakim Sendiri ke Maling Ayam di Tabanan, Polisi Didesak Bertindak

GELORA.CO - 
Beredar di media sosial unggahan yang menampilkan enam wajah pria yang disebut-sebut berkaitan dengan kasus tewasnya seorang pria yang diduga mencuri ayam di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.

Unggahan tersebut salah satunya muncul di akun Instagram Bangli Daily dan menjadi perhatian warganet.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari kepolisian yang mengonfirmasi identitas maupun status hukum enam pria yang fotonya beredar tersebut.

Sementara itu, keluarga korban memilih menempuh jalur hukum dan berharap kasus tersebut diproses secara adil.

Kepala Desa Sidetapa, I Made Sutama, mengatakan keluarga korban akan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum setelah masa berkabung selesai.

"Kalau orang mencuri ada pasalnya yang mengatur, kalau orang membunuh juga ada pasalnya yang mengatur," sebutnya.

"Harapan kami ke depan, kalau ada kejadian seperti ini, serahkan saja kepada penegak hukum. Jangan sampai ada tindakan yang terlalu sadis terhadap siapa pun," ujar Sutama, Minggu (26/7/2026) dikutip Kompas.com.

Ia juga berharap pihak kepolisian segera mengusut tuntas kasus tersebut dan menindak pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Yang jelas kami dari pihak keluarga dan desa berharap pelakunya ditangkap. Soal pasal dan hukumannya, itu menjadi kewenangan penegak hukum," imbuhnya.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (24/7/2026) dini hari di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan.

Korban berinisial KD diduga tepergok mencuri seekor ayam aduan.

Menurut informasi yang beredar, dugaan pencurian tersebut memicu kemarahan sejumlah warga yang mengaku resah akibat maraknya kehilangan ayam di wilayah itu.

Korban kemudian diduga menjadi sasaran pengeroyokan hingga meninggal dunia.

Sepeda motor yang digunakannya juga dilaporkan dibakar.

Kasus ini menjadi perhatian luas setelah video prosesi pemakaman korban viral di media sosial.

Tangisan anak bungsu korban saat mengantar jenazah sang ayah mengundang simpati publik.

Respons Ni Luh Djelantik


Anggota DPD RI Ni Luh Djelantik turut menyoroti peristiwa tersebut.

Melalui unggahan di Instagram, ia menegaskan bahwa dugaan pencurian tidak dapat dijadikan pembenaran untuk menghilangkan nyawa seseorang.

"Terlepas dari dugaan bahwa korban mencuri ayam, tidak ada satu pun alasan yang dapat membenarkan tindakan menghakimi seseorang hingga kehilangan nyawa. Seorang istri kehilangan suami, anak-anak kehilangan ayahnya. Kekerasan tidak pernah menyelesaikan masalah, justru melahirkan korban baru dan meninggalkan luka yang panjang," tulis Ni Luh Djelantik di Instagram.

Ia juga menyatakan dukungannya agar Polda Bali mengusut tuntas kasus tersebut secara adil dan transparan.

Menurutnya, seluruh pihak yang terbukti terlibat harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Terkait dengan keluarga yang ditinggalkan, Relawan 10 Ribu Mimpi telah berkolaborasi dengan Ni Luh Djelantik melakukan penggalangan dana untuk keluarga almarhum. Jika ada hal-hal yang dapat kami lakukan untuk meringankan beban istri dan anak-anak, kami selalu ada untuk mereka," tulisnya.

Ni Luh Djelantik turut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian terhadap keluarga korban.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban istri dan anak-anak korban di tengah duka yang mereka alami.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google