Dua Anak Satpam yang Tewas di Waduk Jatiluhur Dapat Beasiswa hingga Kuliah, Kemensos Beri Bantuan -->

Dua Anak Satpam yang Tewas di Waduk Jatiluhur Dapat Beasiswa hingga Kuliah, Kemensos Beri Bantuan

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Dua Anak Satpam yang Tewas di Waduk Jatiluhur Dapat Beasiswa hingga Kuliah, Kemensos Beri Bantuan

GELORA.CO -
Kementerian Sosial melalui Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi, Jawa Barat memberikan pendampingan dan bantuan kepada keluarga almarhum Sumarna, satpam yang ditemukan meninggal dunia di area Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Jumat (24/7/2026) lalu.

Petugas dalam hal ini pekerja sosial telah mengunjungi rumah duka dan bertemu dengan istri almarhum, yaitu Siti Maryam serta kedua anaknya. Dalam kunjungannya, petugas melakukan asesmen awal untuk mengetahui kebutuhan keluarga.

"Tim Kementerian Sosial sudah berkunjung ke rumah duka, berdialog dengan keluarga, namun seperti kita ketahui masih dalam suasana duka, sehingga belum bisa dilakukan asesmen secara mendalam," kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026).

Selain melakukan asesmen awal, Kemensos juga memberikan bantuan biaya pemakaman yang telah diserahkan langsung kepada keluarga almarhum.

Berdasarkan data yang dihimpun, almarhum Sumarna mempunyai dua anak yang masih bersekolah. 

Almarhum juga sudah bekerja sebagai satpam di Perum Jasa Tirta 2 selama kurang lebih 17 tahun dan menjadi tulang punggung keluarga.

Hasil penelusuran awal menggunakan aplikasi SIKS-NG, Siti Maryam tercatat berada pada desil 4 pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). 

Kedua anaknya juga mendapatkan Program Indonesia Pintar (PIP) serta akan mendapatkan bantuan beasiswa sampai jenjang kuliah dari Perum Jasa Tirta 2.

Kemensos akan memberikan dukungan pemberdayaan berupa bantuan kewirausahaan, agar Maryam mempunyai penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kedua anaknya.

"Tentu kita terus lakukan pendampingan, dan jika diperlukan juga akan diberikan bantuan kewirausahaan sebagai bentuk pemberdayaan bagi keluarga," kata Gus Ipul.

Selain itu, Kemensos akan terus melakukan pendampingan kepada Maryam dan kedua anaknya, termasuk melakukan asesmen lanjutan secara lebih mendalam, dan melakukan intervensi sesuai hasil asesmen.

Sumarna (40), petugas satuan pengamanan atau satpam di kawasan objek vital Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, ditemukan tewas mengambang dengan kedua tangan terborgol ke belakang, Jumat (24/7/2026). Korban ditemukan di perairan kawasan Tanggul Kayat setelah sebelumnya tidak dapat dihubungi saat menjalankan tugas piket malam.

Saat ditemukan, korban yang masih mengenakan seragam dinas lengkap tersebut berada dalam kondisi mengenaskan dengan kedua tangan terborgol ke belakang.


Peristiwa ini terungkap setelah rekan kerja korban merasa curiga karena Sumarna hilang kontak sejak pukul 03.00 WIB dini hari. Pencarian kemudian dilakukan oleh kepala satpam bersama warga di sekitar area waduk. Jasad korban akhirnya ditemukan mengapung di pinggir air sekitar pukul 11.00 WIB.

Sebelum menghilang, korban sempat menegur sekelompok pemuda yang hendak melakukan aksi vandalisme di kawasan objek vital tersebut.

Sejauh ini, kepolisian masih mendalami kemungkinan adanya kaitan antara perselisihan terkait aksi vandalisme dengan kematian korban.
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google