Dea Anak Pejabat Gayo Lues yang Viral Flexing Minta Maaf, Akui Salah dan Hapus Unggahan

Dea Anak Pejabat Gayo Lues yang Viral Flexing Minta Maaf, Akui Salah dan Hapus Unggahan

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  - Dea Arranoya anak mantan Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat atau Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues dr H Nevirizal minta maaf secara terbuka setelah sejumlah unggahannya viral di media sosial. 

Konten yang dipermasalahkan memperlihatkan gaya hidup mewah, perjalanan ke luar negeri hingga deretan jeriken yang disebut berisi bahan bakar minyak (BBM).

Permohonan maaf itu disampaikan melalui surat terbuka tertanggal 22 Juli 2026 yang ditandatangani di Banda Aceh. Dea mengakui tindakannya memamerkan gaya hidup di media sosial tidak bijak dan berpotensi melukai perasaan masyarakat.


“Melalui surat terbuka ini, saya Dea Arranoya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dan setulus-tulusnya atas tindakan serta konten yang pernah saya unggah di media sosial. Saya menyadari bahwa beberapa waktu lalu telah melakukan perbuatan flexing atau memamerkan gaya hidup yang tidak bijak,” tulis Dea dikutip Jumat (22/7/2026).

Dia menyadari unggahan tersebut muncul ketika banyak masyarakat sedang menghadapi situasi ekonomi sulit. Menurutnya, konten tersebut telah menciptakan persepsi keliru dan kegaduhan yang tidak memberikan dampak positif bagi publik.


Salah satu unggahan yang paling banyak dibicarakan memperlihatkan deretan jeriken berisi BBM. Dea menjelaskan bahwa konten tersebut diunggah pada 9 Desember 2025.

“Saya mengaku salah dan sama sekali tidak mencari pembenaran atas tindakan yang telah saya lakukan. Unggahan-unggahan tersebut adalah murni kelalaian, ketidakdewasaan, dan kurang bijaksananya saya dalam memanfaatkan media sosial,” tulisnya.


Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral, Dea mengaku telah menghapus konten yang dinilai tidak pantas dari seluruh platform media sosialnya. Dia juga berjanji melakukan introspeksi dan memperbaiki caranya berinteraksi di ruang publik.

“Dengan adanya kejadian ini, saya benar-benar terpukul dan sangat menyesal. Ke depannya, saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang sama dan akan berusaha menjadi pribadi yang lebih rendah hati, bijaksana, dan lebih peka terhadap lingkungan sekitar,” tulisnya.


Dea berharap masyarakat membuka pintu maaf atas kegaduhan yang terjadi. Dia menegaskan surat tersebut dibuat dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan dari pihak mana pun.

Polemik itu turut berdampak kepada ayah Dea, dr H Nevirizal. Dia mengajukan pengunduran diri dari jabatan Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat atau Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues terhitung sejak Kamis (23/7/2026).


Surat pengunduran diri telah diserahkan kepada Wakil Bupati Gayo Lues H Maliki di Blangkejeren karena bupati sedang menjalankan tugas di luar daerah. Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menyatakan surat tersebut akan dipelajari dan diproses sesuai mekanisme yang berlaku.

Nevirizal juga meminta maaf kepada pimpinan, rekan kerja dan masyarakat Kabupaten Gayo Lues atas kegaduhan yang muncul akibat unggahan anggota keluarganya

Sumber: inews 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google