Diduga Kena Hack, JAKTV Minta Maaf Siarannya Disusupi Video Tidak Senonoh

Diduga Kena Hack, JAKTV Minta Maaf Siarannya Disusupi Video Tidak Senonoh

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO
- Stasiun televisi lokal JAKTV mengejutkan publik setelah secara tiba-tiba menayangkan materi visual tidak senonoh pada siaran Senin (1/6/2026) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. 

Insiden yang diduga kuat diakibatkan oleh peretasan sistem keamanan atau kesalahan teknis ini langsung memicu reaksi keras dan kepanikan dari masyarakat di berbagai platform media sosial.

Kejadian tersebut pertama kali mencuat melalui perbincangan hangat warganet di berbagai platform media sosial yang menyadari adanya kejanggalan di layar kaca. 

Sejumlah penonton mengeluhkan lambatnya penanganan dari pihak stasiun televisi karena tayangan asusila tersebut sempat mengudara cukup lama tanpa pemotongan instan. 

Beberapa warganet mengkritik keras sistem pengawasan siaran yang dinilai kecolongan, sementara beberapa pengguna media sosial lainnya mengaku sempat merekam insiden mengejutkan tersebut.

Permohonan Maaf Manajemen


Merespons kegaduhan yang terjadi, manajemen JAKTV langsung mengambil tindakan tegas dengan menghentikan tayangan bermasalah dan mengamankan seluruh sistem siaran. 

Melalui pernyataan resminya, pihak JAKTV menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pemirsa, khususnya keluarga dan orang tua yang merasa tidak nyaman, terkejut, serta khawatir akibat kebocoran tayangan tersebut.

"Berdasarkan pemeriksaan awal, kami menegaskan bahwa materi tersebut bukan merupakan bagian dari program, materi editorial, maupun tayangan resmi JAKTV," tulis keterangan resminya, Senin (1/6)

Insiden ini terindikasi sebagai gangguan keamanan pada sistem siaran yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Tanpa mengurangi tanggung jawab sebagai lembaga penyiaran, pihak manajemen memastikan telah melakukan pemeriksaan teknis secara menyeluruh untuk menelusuri akar penyebab insiden. 

Saat ini, tim internal JAKTV tengah melakukan investigasi mendalam terkait dugaan peretasan sistem siaran dan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait guna memastikan proses penanganan berjalan secara tepat, terukur, dan bertanggung jawab.

Sebagai bentuk komitmen terhadap masyarakat, JAKTV berjanji akan terus menjaga ruang siar yang aman, sehat, dan sesuai dengan regulasi penyiaran yang berlaku di Indonesia. 

Pihak televisi juga menyampaikan apresiasi atas laporan cepat dan kepedulian masyarakat, serta berjanji akan memberikan pembaruan informasi secara transparan melalui kanal resmi mereka setelah proses investigasi membuahkan hasil.

"Kami berterima kasih atas perhatian, laporan, dan kepedulian masyarakat, serta akan menyampaikan pembaruan informasi melalui kanal resmi JAKTV," tutup pernyataan tersebut.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google