Tertunda Tiga Bulan karena Perang, Iran Siapkan Pemakaman Akbar untuk Khamenei

Tertunda Tiga Bulan karena Perang, Iran Siapkan Pemakaman Akbar untuk Khamenei

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  — Pemerintah Iran mulai mempersiapkan pelaksanaan pemakaman akbar bagi Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang dilaporkan meninggal dunia dalam gelombang pertama serangan militer Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026.

Persiapan tersebut dilakukan setelah rencana pemakaman negara yang sebelumnya diumumkan harus ditunda selama hampir tiga bulan akibat situasi perang yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Iran.

Kondisi keamanan yang belum memungkinkan membuat otoritas setempat tidak dapat segera menyelenggarakan prosesi penghormatan terakhir bagi tokoh yang selama puluhan tahun menjadi figur sentral dalam politik dan kehidupan keagamaan Republik Islam Iran.

Televisi Pemerintah Iran melaporkan bahwa otoritas telah membentuk sebuah komite khusus yang bertugas mengoordinasikan seluruh rangkaian persiapan pemakaman.


Komite tersebut akan bekerja sama dengan berbagai lembaga negara, organisasi masyarakat, serta institusi keagamaan untuk memastikan pelaksanaan acara berlangsung sesuai protokol kenegaraan dan tradisi Islam Syiah yang berlaku di Iran.

Kepala Dewan Koordinasi Iran, Mohsen Mahmoudi, mengatakan berbagai organisasi telah mulai bergerak menyiapkan kebutuhan teknis maupun logistik menjelang pelaksanaan upacara tersebut.

"Berbagai organisasi terkait sedang bekerja untuk mempersiapkan seluruh kebutuhan yang diperlukan agar prosesi pemakaman dapat dilaksanakan segera setelah jadwal resmi ditetapkan," ujar Mahmoudi seperti dikutip media pemerintah Iran.

Menurut laporan tersebut, pemerintah memperkirakan kehadiran masyarakat dalam jumlah sangat besar pada prosesi pemakaman nanti.

Antusiasme publik diperkirakan tinggi mengingat posisi Khamenei sebagai pemimpin tertinggi negara sejak 1989 dan tokoh yang memiliki pengaruh besar dalam menentukan arah kebijakan politik, keamanan, serta hubungan luar negeri Iran selama lebih dari tiga dekade.

Otoritas keamanan juga mulai menyusun skema pengamanan khusus untuk mengantisipasi membludaknya pelayat dari berbagai provinsi.



Selain warga Iran, sejumlah delegasi asing dan tokoh-tokoh politik dari negara-negara sahabat diperkirakan akan menghadiri upacara tersebut apabila kondisi keamanan memungkinkan.

Penundaan pemakaman selama berbulan-bulan menjadi situasi yang tidak biasa dalam sejarah modern Iran.



Namun, perang yang pecah setelah serangan besar-besaran Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu membuat pemerintah memprioritaskan stabilitas keamanan nasional sebelum menyelenggarakan acara kenegaraan berskala besar.

Hingga kini, pemerintah Iran belum mengumumkan tanggal resmi pelaksanaan pemakaman.

Meski demikian, berbagai persiapan yang telah dimulai menunjukkan bahwa otoritas tengah berupaya menyelenggarakan upacara penghormatan terakhir yang diperkirakan akan menjadi salah satu prosesi pemakaman terbesar dalam sejarah Republik Islam Iran.

Bagi banyak warga Iran, pemakaman tersebut bukan hanya menjadi momen perpisahan dengan seorang pemimpin, tetapi juga simbol penutup sebuah era panjang dalam perjalanan politik negara itu.

Kehadiran massa dalam jumlah besar diperkirakan akan menjadi cerminan besarnya pengaruh dan warisan politik yang ditinggalkan Khamenei selama memimpin Iran

Sumber: Wartakota 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google