Sumatra Blackout Plus Dugaan Rugi Rp4,5 T Jadi Senjata Sempurna Desak Dirut PLN Mundur!

Sumatra Blackout Plus Dugaan Rugi Rp4,5 T Jadi Senjata Sempurna Desak Dirut PLN Mundur!

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - -
Kinerja Darmawan Prasodjo sebagai Dirut Dirut PT PLN (Persero) kembali jadi sorotan publik menyusul Sumatra blackout.

Dampaknya, publik mendesak Darmawan Prasodjo mundur dari jabatan yang sudah dikuasainya selama 6 tahun terakhir.

Desakan ini menimbang wilayah Sumatra yang mengalami blackout atau mati lampu sangat luas. Yaitu, Sumut, Sumbar, Sumsel, Bengkulu, Kepulauan Riau, Batam, Riau, Aceh, Jambi, Lampung dan lainnya.

Kinerja juga jadi sorotan saat beredar narasi yang menuding PLN rugi besar hingga Rp4,3 triliun pada 2025.

Jaringan Pergerakan Masyarakat Bawah (Jaga Marwah) ikut mengkritisi kinerja Sang Dirut.

"Dia (Darmawan) sudah tak layak lagi memimpin PLN. Apalagi sudah terlalu lama menjabat, enam tahun. Harus dipecat !" desak Ketua Umum Jaga Marwah, Edison Tamba, di Jakarta, Minggu 2 Mei 2026.

Ia juga meminta PLN memberikan kompensasi ganti rugi miliaran rupiah atas kerugian yang dialami masyarakat akibat mati lampu memecat Darmawan.

"Bukan minta maaf soal blackout, tapi dia harus mundur dari jabatannya atau dipecat. Kok masyarakat telat dikit bayar tagihan rekening langsung main putus. Kok giliran PLN yang bikin rugi masyarakat hanya bisa minta maaf. Jangan seenak udelnya aja," cetus Edison yang akrab disapa Edoy itu.

Edison juga mengaku mendapat bocoran dari internal PLN yang menarasikan perusahaan pelat merah itu merugi Rp4,3 triliun pada 2025.

"Kabar ini agak kontradiktif disaat PLN menebar framing bahwa Laporan Keuangan tahun 2025 perusahaan tersebut untung Rp7 triliun, namun dalam dua hari terakhir justru para pegawai keresahan menyusul beredar luasnya narasi berantai terkait kondisi PLN saat ini," klaim Edoy.

Bahkan, Edoy mendapat kabar di kalangan elite PLN meminta pejabat di sana untuk meningkatkan kepedulian dalam pengendalian anggaran terkait kondisi PLN saat ini.

Kuat dugaan, kata Edoy, pesan yang diedarkan jajaran direksi perusahaan bocor ke publik. meski dikabarkan awalnya hanya untuk kalangan internal.

“Oleh karena itu, Dirut PLN wajib mundur, serta rakyat terdampak harus gugat PLN. Apalagi pedagang jual iikan hias serta industri lainnya,” katanya. ***
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google