GELORA.CO - Muhammad Firdaus (72) jemaah haji Indonesia asal Pondok Labu, Jakarta Selatan, ditemukan meninggal dunia di rumah sakit di Makkah, Arab Saudi, Jumat (22/5/2026).
Sebelum ditemukan meninggal dunia, Muhammad Firdaus dilaporkan hilang sejak Jumat (15/5/2026) di Masjidil Haram. Firdaus terpisah dari rombongan ketika tawaf di Masjidil Haram.
Putri almarhum, Nurul Fadila (37) mengatakan, sebelum ditemukan meninggal dunia, Muhammad Firdaus dilaporkan hilang sejak Jumat (15/5/2026) di Masjidil Haram.
Nurul bilang, ayahnya tersebut sempat terpisah dari rombongan ketika tawaf. Ia mengetahui kondisi itu dari percakapan di grup rombongan haji ayahnya.
“Saya lihat di grup ada yang bilang, ‘Bapak Firdaus di mana ya?’ Saya sudah deg-degan waktu itu,” cerita Nurul.
Tak lama setelah itu, Firdaus sempat ditemukan kembali bersama istrinya dan kembali ke hotel.
Namun setelahnya, ia kembali hilang dan tidak diketahui keberadaannya selama delapan hari.
Petugas di lapangan pun melakukan pencarian untuk memastikan keberadaan Muhammad Firdaus.
Selama proses pencarian, keluarga di Jakarta terus berupaya mencari informasi dengan menghubungi berbagai pihak, mulai dari petugas kloter, sektor, daker haji, hingga tim perlindungan jemaah.
Ditemukan di Rumah Sakit
Firdaus ditemukan meninggal di rumah sakit pada Jumat (22/5/2026) dalam keadaan meninggal dunia.
Disebutkan Nurul kabar duka itu diterima keluarga pada Jumat dinihari, setelah ayahandanya sempat hilang selama delapan hari di Makkah.
Menurut Nurul, kabar itu disampaikan seorang kenalan kenalannya yang berada di Tanah Suci.
“Saya dikabari teman yang di Makkah, katanya Bapak Muhammad Firdaus ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di rumah sakit,” ujar Nurul, Sabtu (23/5/2026).
Nurul kemudian langsung menghubungi petugas Perlindungan Jemaah (Linjam) untuk memastikan informasi yang diterimanya.
Beberapa jam kemudian, ibunda Nurul, Nafsiah Nawan, yang juga sedang menunaikan ibadah haji bersama almarhum ayahnya didatangi panitia haji dan diajak ke rumah sakit untuk melakukan pengecekan.
Di sisi lain, kondisi cuaca ekstrem di Makkah turut membuat keluarga khawatir. Dilaporkan suhu udara di tanah suci mencapai 40 hingga 48 derajat celsius.
"Kami tetap berpikir positif, tapi juga mulai harus ikhlas kalau ada kabar yang tidak baik,” ujar dia.
Dishalatkan di Masjidil Haram
Meski diliputi duka, keluarga mengaku bersyukur karena Muhammad Firdaus akhirnya ditemukan dan disalatkan di Masjidil Haram.
“Alhamdulillah Abah ditemukan. Kami juga bersyukur beliau disalatkan di Masjidil Haram,” kata Nurul.
Saat ini, Muhammad Firdaus telah dimakamkan di kawasan pemakaman di Makkah. Sementara sang istri tetap melanjutkan rangkaian ibadah haji di Arab Saudi.***
