Pengamat Sebut Jokowi Safari Politik Demi PSI: Gibran dan Kaesang Tak Cukup Kuat untuk Jadi Simbol

Pengamat Sebut Jokowi Safari Politik Demi PSI: Gibran dan Kaesang Tak Cukup Kuat untuk Jadi Simbol

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, menilai keputusan Joko Widodo (Jokowi) untuk keliling Indonesia menyapa rakyat adalah bagian dari cara untuk membesarkan nama Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Jokowi sebelumnya menyatakan bahwa blusukan keliling Indonesia itu untuk memenuhi undangan dari masyarakat daerah.

Namun, banyak pihak yang menilai bahwa safari daerah Jokowi ini sebagai persiapan Pilpres 2029 untuk mengusung Gibran lagi.


Terlebih lagi, agenda tersebut juga akan diisi pertemuan dengan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) serta relawan Projo.

Saat disinggung terkait hal ini, Jokowi tidak memberikan jawaban tegas dan hanya mengatakan alasannya keliling Indonesia itu untuk memenuhi undangan dari daerah.

Menurut Yunarto, safari politik Jokowi itu tetap bersifat elektoral, mengingat pernyataan Jokowi yang sempat menyinggung PSI dan soal Prabowo-Gibran.

"Pak Jokowi jelas menyatakan ada unsur PSI, PSI ini aktor elektoral yang nanti akan bertarung di 2029 dan kita tahu anaknya juga adalah Wakil Presiden. Pak Jokowi juga sudah mengeluarkan pernyataan yang sifatnya elektoral, mengarahkan kepada relawan mendukung Prabowo-Gibran jilid dua," ungkapnya, dikutip dari YouTube CNN Indonesia, Rabu (27/5/2026).

"Jadi itu maknanya elektoral, enggak bisa dibilang itu makna kebangsaan dan saya pikir Pak Jokowi, sepengenalan saya, adalah sosok yang sangat data driven ya, kalau sampai kemudian memutuskan blusukan kembali, saya pikir ada beberapa hal yang kemudian mungkin menjadi pendorong sebagai sebuah data," jelas Yunarto.


Data pertama itu, kata Yunarto, Jokowi menyadari jika tujuannya membesarkan nama PSI dan kekuatan politiknya, maka dia harus turun tangan langsung.

Sebab, putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka tidak cukup untuk menjadi simbol, meski kini menjabat sebagai Wapres RI. Begitu juga dengan putra bungsunya, Kaesang Pangarep.

"Gibran tidak cukup kuat menjadi simbol, Kaesang tidak cukup kuat menjadi simbol walaupun ketua umum PSI," jelas Yunarto.

Kemudian data yang kedua, Yunarto mengatakan bahwa Jokowi menyadari adanya berbagai kontroversi dalam pemerintahan selama dua bulan terakhir, seperti depresiasi rupiah dan melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Hal itu yang membuat Jokowi merasa perlu memahami bagaimana pemerintahan saat ini dipandang sebagai kelanjutan dari dirinya, mengingat dia dianggap sebagai salah satu sosok yang berperan dalam lahirnya pemerintahan Prabowo-Gibran itu. 

"Di situ kemudian beliau harus mengambil positioning, apakah kemudian menjadi pihak yang bisa membantu mengklarifikasi berbagai macam kontroversi kebijakan pemerintahan ini atau jangan-jangan beliau bisa menikmati nih fenomena 'penak jamanku toh' atau 'lebih enak jamanku'," katanya.


Menurut Yunarto, keputusan Jokowi ini juga merupakan bagian dari testing the water, ingin mendengar langsung bagaimana persepsi rakyat terkait pemerintahan saat ini.


"Dan bagaimana kemudian beliau bisa mengambil positioning, entah dalam konteks kepentingan dari PSI ataupun dalam konteks kepentingan Gibran (untuk Pilpres 2029)," ucapnya.

Kemudian yang terakhir tujuan Jokowi adalah untuk menaikkan bridging position Gibran demi Pilpres 2029 mendatang.

"Bukan tidak mungkin, ini upaya juga untuk menaikkan bridging position, menunjukkan beliau masih kuat, beliau juga mengetahui partai lain mungkin ingin jadi wapres Pak Prabowo, 2029 akan menjadi pesaing Gibran dan ini adalah upaya untuk kemudian menaikkan bridging position buat Mas Gibran sendiri," paparnya.

Jokowi Blusukan untuk Sapa Rakyat dan Keberlanjutan Indonesia Maju
Sekjen Relawan Pro Jokowi (Projo), Freddy Damanik, sebelumnya menegaskan bahwa tujuan Jokowi blusukan keliling Indonesia lagi untuk menyapa rakyat Indonesia, bukan demi Pilpres 2029.

"Pak Jokowi sudah gampang mengatakan, kepada kami waktu itu juga, untuk menyapa rakyat, menyapa masyarakat Indonesia. Karena kan semua publik tahulah Pak Jokowi ini seorang pemimpin yang sangat dekat dengan rakyat," ucapnya, dikutip dari YouTube Kompas TV, Selasa (26/5/2026).

Sehingga, menurut Freddy, tidak ada hal aneh dalam agenda Jokowi tersebut karena eks presiden itu memang sudah terbiasa menyapa rakyat sejak dulu.

"Jadi kalau dia turun kembali kepada rakyat, itu merupakan natural bagi dia (Jokowi). Jadi itu kebiasaan dari dari dulu, sudah puluhan tahun sejak dia wali kota, gubernur, dan presiden dua periode. Jadi sebetulnya enggak ada yang aneh di situ," tegasnya.

Jika masih banyak pihak yang mempertanyakan tujuan safari daerah Jokowi itu, Freddy menjelaskan bahwa hal tersebut demi keberlanjutan Indonesia maju.


"Keberlanjutan Indonesia maju itu apa? Jadi kami melihat bersama-sama Pak Jokowi ini tentu karena nilai-nilai yang dia miliki ya dan inilah yang akan kami usung terus," ujarnya.

Sementara terkait pernyataan soal dukungan untuk Gibran, Freddy mengatakan hal itu masih terlalu dini untuk dibicarakan.

"Kalau nanti misalnya, banyak sekali pertanyaan misalnya dari para pengamat mengatakan ini jelas untuk kontestasi Pilpres 2029 misalnya, ini jelas dengan Mas Gibran. Jadi kami enggak tabu bicara politik, tetapi kalau bicara kontestasi 2029, bagi kami itu masih terlalu dini," tegasnya.

Namun, kata Freddy, jika safari daerah Jokowi ini memberikan efek untuk Pilpres 2029, maka hal itu wajar karena Jokowi merupakan sosok yang aktif dalam dinamika politik.

"Tetapi kalau nantinya misalnya ya, kunjungan-kunjungan atau modal sosial yang dimiliki oleh Pak Jokowi ini suatu saat misalnya di 2029, telunjuknya diarahkan kepada satu tokoh tertentu, ya Pak Jokowi memang seorang manusia politik," jelasnya.

Adapun, Jokowi dijadwalkan keliling Indonesia pada Juni 2026 dan sejumlah wilayah yang menjadi tujuan awal adalah Lampung, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Jawa Barat.

Terkait dengan kondisi kesehatannya, Jokowi sebelumnya menegaskan kondisinya telah membaik sehingga siap beraktivitas kembali secara penuh.

"Ya seperti ini kan, sudah. Memenuhi undangan-undangan di daerah berarti kan, udah. Ya, udah siap. Insyaallah udah siap," kata Jokowi di kediamannya, Sumber, Banjarsari, Senin (25/5/2026).


Selain bersilaturahmi, Jokowi juga mengatakan bakal memberikan motivasi kepada masyarakat.

"Memberikan motivasi (rakyat) dan juga ketemu dengan PSI di daerah, plus juga ketemu dengan relawan di daerah. Ya karena ada undangan,” katanya

Sumber: Tribunnews 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google