4,8 Juta Pelanggan Listrik di Sumatera Belum Nyala, PLN: Butuh 15-20 Jam untuk Start-up Pembangkit

4,8 Juta Pelanggan Listrik di Sumatera Belum Nyala, PLN: Butuh 15-20 Jam untuk Start-up Pembangkit

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO
- PT PLN Persero terus melakukan pemulihan sistem kelistrikan di Sumatera pascagangguan jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kilovolt Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi sejak Jumat (22/5/2026) malam.

Hingga Sabtu (23/5/2026) pukul 10.00 WIB, lebih dari 8,3 juta pelanggan telah kembali menikmati pasokan listrik. 

Namun, sekitar 4,8 juta pelanggan lainnya masih mengalami pemadaman dari total 13,1 juta pelanggan terdampak di berbagai wilayah Sumatera, termasuk Aceh.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan gangguan mulai terjadi pada Jumat sekitar pukul 18.44 WIB. 

Menurutnya, indikasi awal menunjukkan gangguan dipicu cuaca buruk yang berdampak pada sistem transmisi Sumatera.

“Gangguan pada ruas transmisi berdampak meluas pada sebagian sistem transmisi Sumatera, mengakibatkan penurunan frekuensi akibat beban berat pembangkit dan memicu efek domino gangguan di sejumlah wilayah,” jelas Darmawan dalam konferensi pers pada Sabtu (23/5/2026).

Ia menjelaskan, dalam waktu sekitar dua jam, jaringan transmisi yang terganggu berhasil dipulihkan kembali. 

Usai berhasil memulihkan jaringan transmisi, lanjut Darmawan, fokus utama PLN adalah mengoperasikan kembali pembangkit-pembangkit yang sebelumnya terdampak untuk kemudian diselaraskan kembali dengan sistem transmisi yang telah siap.

Menurut Darmawan, proses pemulihan pembangkit dilakukan secara bertahap dan sistematis untuk menjaga keamanan sistem kelistrikan.

“Pembangkit berbasis hidro dan gas dapat langsung membantu menyuplai sistem sebagai fast response untuk mempercepat recovery awal,”

“Sementara pembangkit thermal seperti PLTU membutuhkan waktu lebih lama, antara 15 hingga 20 jam mulai dari start-up, sinkron dan beroperasi penuh,” ujarnya.

Pemulihan dilakukan secara simultan mulai dari transmisi, gardu induk, hingga pembangkit di sistem kelistrikan Sumatara. 

Untuk mendukung proses tersebut, PLN menerjunkan ratusan personel yang bekerja 24 jam di berbagai wilayah terdampak mulai dari Jambi, Sumatra Barat, Riau, Sumatra Utara hingga Aceh.

Darmawan menjabarkan, hingga Sabtu (23/5/2026) pukul 10.00 WIB, lebih dari 3.192 MW pasokan listrik telah berhasil disalurkan dari total 5.334 MW yang sebelumnya terdampak. 

Selain itu, sebanyak 157 gardu induk dari total 176 gardu induk terdampak telah kembali beroperasi. 

Sehingga, sebanyak 8.351.670 pelanggan terdampak juga kembali mendapat pasokan listrik.

“Saat ini seluruh petugas dan tim teknis PLN bekerja penuh selama 24 jam di lapangan. Proses pemulihan terus berjalan dan kami all out agar pasokan listrik kepada masyarakat dapat segera pulih kembali secara bertahap dan aman,” ujar Darmawan.

Ia menambahkan, PLN terus berkoordinasi dengan Kementerian ESDM, pemerintah daerah, aparat terkait, dan seluruh pemangku kepentingan agar proses pemulihan berjalan lancar. 

Seluruh upaya saat ini difokuskan untuk mempercepat pemulihan sistem agar pasokan listrik masyarakat dapat kembali normal dengan tetap menjaga keandalan sistem.

“Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami terus siaga agar sistem kelistikan bisa segera pulih dan masyarakat bisa kembali menikmati listrik dengan secepat mungkin,” pungkas Darmawan.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google