Tantangan Besar Penghijauan Kalimantan Barat: DLH Dorong Pemeliharaan Berkelanjutan di Tengah Ancaman Deforestasi

Tantangan Besar Penghijauan Kalimantan Barat: DLH Dorong Pemeliharaan Berkelanjutan di Tengah Ancaman Deforestasi

Gelora News
facebook twitter whatsapp

Provinsi Kalimantan Barat, dengan hutan tropisnya yang luas, menjadi salah satu paru-paru dunia. Namun, di balik keindahan hijaunya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Barat menghadapi tantangan serius dalam pemeliharaan program penghijauan. Dari penanaman massal hingga perawatan jangka panjang, berbagai hambatan muncul akibat faktor alam, manusia, hingga perubahan iklim. Artikel ini mengupas tantangan tersebut sekaligus upaya DLH dalam menjaga kelestarian lingkungan Kalbar. 

Tantangan Utama Pemeliharaan Penghijauan


Meski sering digelar penanaman pohon dalam rangka Hari Lingkungan Hidup, Hari Bumi, atau program rehabilitasi hutan, tingkat keberhasilan jangka panjang masih rendah. Beberapa tantangan krusial yang dihadapi DLH Kalimantan Barat meliputi:

- Rendahnya Pemeliharaan Pasca-Penanaman: Banyak bibit pohon yang ditanam tidak dirawat dengan baik. Faktor kesibukan masyarakat, minimnya pengetahuan perawatan, hingga kurangnya komitmen pihak terkait menyebabkan tingkat kematian pohon tinggi. Seperti yang sering disoroti, “tanam saja tanpa rawat” menjadi masalah klasik di berbagai daerah.

- Tekanan Deforestasi dan Alih Fungsi Lahan: Aktivitas perkebunan, pertambangan, dan pembangunan infrastruktur terus mengancam tutupan hutan. Meski Kalbar masih tampak hijau dari atas, ekosistem gambut seluas jutaan hektare rentan terhadap degradasi dan kebakaran.

- Dampak Perubahan Iklim: Musim kemarau panjang, banjir, dan hama penyakit semakin sering terjadi, membuat pohon sulit bertahan. Mitigasi dan adaptasi iklim menjadi prioritas DLH, tetapi membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat.

- Partisipasi Masyarakat dan Pendanaan: Kesadaran masyarakat untuk merawat tanaman masih perlu ditingkatkan. Selain itu, pemeliharaan jangka panjang membutuhkan anggaran berkelanjutan yang tidak selalu memadai.

Upaya DLH Kalimantan Barat dalam Mengatasi Tantangan


DLH Provinsi Kalimantan Barat (bersama DLHK) tidak tinggal diam. Berbagai langkah strategis dilakukan:

- Mendorong program penghijauan berbasis masyarakat dengan pendampingan intensif pasca-tanam.
- Sinergi lintas sektor untuk FOLU Net Sink dan rehabilitasi gambut.
- Edukasi melalui Saka Kalpataru, bank sampah, serta kampanye kesadaran lingkungan.
- Pemanfaatan data dan teknologi untuk pemantauan kualitas lingkungan serta penegakan aturan.

Melalui pendekatan ini, DLH berharap penghijauan bukan sekadar seremonial, melainkan investasi jangka panjang bagi generasi mendatang.

Mari Berkontribusi untuk Kalbar yang Lebih Hijau


Pemeliharaan penghijauan adalah tanggung jawab bersama. Mulai dari menanam pohon di pekarangan, merawat tanaman kota, hingga mendukung kebijakan pemerintah daerah. 

Untuk informasi lengkap tentang program lingkungan, layanan, laporan kualitas udara & air, serta kegiatan terkini, kunjungi portal resmi:  

Di situs tersebut, Anda bisa mengakses data lingkungan, layanan perizinan, pengaduan, serta informasi penghijauan dan pengelolaan sampah.

Kalimantan Barat Hijau Abadi – Dari Penanaman hingga Pemeliharaan yang Konsisten. 

Mari dukung DLH Kalimantan Barat mewujudkan provinsi yang lestari. Setiap pohon yang dirawat adalah investasi untuk masa depan anak cucu kita! 🌳
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google