Tamsil Linrung Ungkap Isu “Gerakan Besar Juni”, Singgung Potensi Gibran Jadi Presiden

Tamsil Linrung Ungkap Isu “Gerakan Besar Juni”, Singgung Potensi Gibran Jadi Presiden

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Tamsil Linrung Ungkap Isu “Gerakan Besar Juni”, Singgung Potensi Gibran Jadi Presiden

GELORA.CO - 
Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung, mengungkap adanya kekhawatiran terkait potensi dinamika politik nasional pada pertengahan tahun 2026. Dalam sebuah pernyataan yang beredar, Tamsil menyebut kemungkinan adanya “gerakan besar” pada bulan Juni yang dinilai bisa berdampak signifikan terhadap peta kekuasaan nasional.

Dalam pernyataannya, Tamsil mengaitkan kekhawatiran tersebut dengan posisi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menyebut skenario di mana jika terjadi gejolak politik, bukan tidak mungkin pihak yang justru diuntungkan adalah Gibran.

“Kalau ini terjadi, bisa jadi yang menjadi korban hanya Presiden, sementara yang memperoleh manfaat justru wakil presiden,” ujar Tamsil dalam pernyataan tersebut, Rabu (8/4/2026).

Tamsil juga mengungkap adanya diskusi internal terkait strategi politik ke depan. Ia menyinggung opsi apakah fokus kritik atau tekanan politik sebaiknya diarahkan langsung kepada Presiden atau lebih memprioritaskan posisi wakil presiden.

Pernyataan tersebut disebut muncul dalam konteks pembicaraan bersama sejumlah tokoh, termasuk Ketua MPR RI Ahmad Muzani serta mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Menurut Tamsil, Jusuf Kalla disebut turut menyampaikan kekhawatiran terkait dinamika politik tersebut, khususnya jika situasi mengarah pada perubahan kepemimpinan secara tidak terduga.

Selain itu, Tamsil juga menyinggung adanya berbagai kekuatan politik yang memengaruhi Presiden. Ia menyebut nama sejumlah tokoh seperti Luhut Binsar Pandjaitan dan lingkungan politik Solo sebagai faktor yang turut mewarnai dinamika kekuasaan.

Ia mengklaim bahwa dalam beberapa kesempatan, Presiden terlihat membutuhkan dukungan dalam menghadapi tekanan dari berbagai kekuatan tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Tamsil turut membagikan pengalamannya terkait dinamika diplomasi luar negeri, termasuk kunjungan Presiden ke Jepang dan Korea Selatan.

Ia menyebut bahwa perubahan agenda kunjungan sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan diplomat karena berpotensi memengaruhi hubungan bilateral. Namun pada akhirnya, kunjungan tetap terlaksana dan mendapatkan sambutan positif.

Tamsil juga menyinggung peran Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta dalam menjalin komunikasi dengan negara-negara Timur Tengah, khususnya terkait isu dukungan terhadap Palestina.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Istana terkait pernyataan Tamsil Linrung tersebut. Isu mengenai “gerakan besar” pada Juni pun masih bersifat spekulatif dan belum didukung oleh informasi resmi dari pemerintah maupun aparat keamanan.

Sumber: moneytalk
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita