Sosok Yenna Yuniana, Bos Pemenang Tender Proyek Motor MBG, Pernah Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bansos

Sosok Yenna Yuniana, Bos Pemenang Tender Proyek Motor MBG, Pernah Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bansos

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Sosok Yenna Yuniana, Bos Pemenang Tender Proyek Motor MBG, Pernah Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bansos

GELORA.CO -
Yenna Yuniana kini menjadi sorotan publik setelah perusahaannya, PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), ditetapkan sebagai pemenang tender jumbo pengadaan puluhan ribu sepeda motor listrik untuk mendukung program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Badan Gizi Nasional (BGN). Tender bernilai triliunan rupiah ini melibatkan penyediaan lebih dari 20.000 unit motor listrik merek Emmo JVX GT yang akan digunakan untuk operasional distribusi makanan bergizi di seluruh Indonesia.

Namun, di balik kesuksesan bisnis tersebut, sosok Yenna Yuniana sebagai Direktur Utama PT Yasa Artha Trimanunggal justru menyimpan sisi misterius. Perusahaan yang bergerak di bidang logistik, pengadaan barang, alat kesehatan, serta ekspor-impor ini beralamat di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Kantor dan rumah pribadinya berupa gedung mewah berwarna putih yang dulunya merupakan kos-kosan. Tetangga dan Ketua RT setempat mengaku jarang mengenal Yenna secara pribadi. Bangunan tersebut selalu tertutup rapat, dengan pagar tinggi dan kanopi, serta minim aktivitas. Hanya terlihat mobil listrik mewah merek BYD yang sesekali terparkir di depan.

Latar Belakang Perusahaan dan Kemenangan Tender MBG


PT Yasa Artha Trimanunggal didirikan pada 2016 dan tercatat memiliki Yenna Yuniana sebagai Beneficial Owner (pemilik manfaat) serta Direktur Utama. Perusahaan ini juga memiliki anak usaha, PT Adlas Sarana Elektrik, yang menjadi penyedia armada motor listrik dalam proyek MBG. Tender ini menjadi salah satu proyek strategis nasional untuk mendukung program prioritas pemerintah di bidang gizi dan logistik.

Keberhasilan YAT dalam memenangkan tender tersebut menjadikan Yenna Yuniana sebagai salah satu pengusaha yang kini dipercaya menangani proyek pemerintah skala besar. Namun, kemenangan ini juga memicu pertanyaan publik mengingat jejak perusahaan di masa lalu.

Pernah Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bansos Beras 2020


Nama Yenna Yuniana bukanlah sosok asing dalam catatan penegakan hukum. Pada Senin, 3 November 2025, ia dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa sebagai **saksi** dalam kasus dugaan korupsi penyaluran bantuan sosial (bansos) beras bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Tahun Anggaran 2020 di Kementerian Sosial.

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari pengembangan perkara yang sebelumnya menjerat mantan Direktur Utama PT Bhanda Ghara Reksa (BGR) Muhammad Kuncoro Wibowo dan pihak-pihak terkait, termasuk Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo (kakak kandung pengusaha Harry Tanoesoedibjo). Saat itu, Yenna diperiksa bersama dua saksi lain: Rachmat Koesnadi (eks Direktur Jaminan Sosial Keluarga Linjamsos Kemensos) dan Petrus Susanto (Legal Manager PT Dos Ni Roha Indonesia).

PT Yasa Artha Trimanunggal disebut-sebut pernah terlibat sebagai mitra logistik dalam penyaluran bansos beras tersebut. Hingga kini, Yenna Yuniana hanya berstatus sebagai saksi dan belum ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang diduga merugikan negara ratusan miliar rupiah itu.

Sosok yang Tertutup dan Misterius


Meski perusahaan yang dipimpinnya kini menggarap proyek nasional, Yenna Yuniana dikenal sangat tertutup. Warga sekitar Grogol Petamburan mengaku tidak pernah berinteraksi langsung dengannya. Kantor perusahaan pun terlihat sepi, tanpa aktivitas yang mencolok. Hal ini semakin menambah kesan eksklusif dan misterius terhadap sosok pengusaha perempuan tersebut.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Yenna Yuniana maupun PT Yasa Artha Trimanunggal terkait pemenangan tender MBG maupun pemeriksaan KPK di masa lalu.

Kesimpulan


Yenna Yuniana mewakili sosok pengusaha yang sukses meraih kepercayaan pemerintah dalam proyek strategis nasional, sekaligus memiliki catatan masa lalu yang sempat menyentuh ranah penegakan hukum antikorupsi. Kemenangan tender motor listrik MBG menempatkannya di pusat perhatian, sementara pemeriksaannya sebagai saksi kasus bansos 2020 menjadi pengingat bahwa dunia usaha dan pemerintahan selalu diawasi ketat oleh KPK.

Publik kini menanti apakah perusahaan di bawah kepemimpinannya mampu menjalankan proyek MBG dengan transparan dan akuntabel, sesuai harapan program pemerintah yang bertujuan menyejahterakan masyarakat melalui gizi yang lebih baik.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita