AS Tunda Pengeboman ke Iran, Trump Setuju Gencatan Senjata 2 Pekan

AS Tunda Pengeboman ke Iran, Trump Setuju Gencatan Senjata 2 Pekan

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO
- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (7/4/2026) malam waktu setempat menyatakan setuju menarik kembali ancamannya untuk melancarkan serangan besar terhadap Iran yang ia sebut dapat menghancurkan seluruh peradaban negara tersebut. 

Mengutip laporan Korea Times, Rabu (8/4/2026), Trump menegaskan ia sepakat menangguhkan rencana pengeboman terhadap Iran selama dua minggu. Keputusan tersebut diambil setelah muncul usulan gencatan senjata selama 14 hari dari para mediator dalam perang AS terhadap Iran.

Trump menyebut dirinya telah berbicara dengan para pemimpin Pakistan, yang berperan sebagai mediator antara Washington dan Teheran. Pakistan disebut meminta AS menahan rencana serangan dan memberi ruang bagi upaya diplomasi.

"Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir dari Pakistan, mereka meminta saya untuk menahan kekuatan destruktif yang dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui pembukaan lengkap, segera dan aman Selat Hormuz. Saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu,” tulis Trump di akun media sosialnya, Truth Social.

"Ini akan menjadi gencatan senjata dua sisi," tambahnya.

Trump juga menyampaikan, AS telah menerima proposal 10 poin dari Iran yang dinilainya dapat menjadi dasar negosiasi. Dalam unggahannya, Trump menyebut sebagian besar poin perselisihan sebelumnya antara kedua negara telah mencapai kesepahaman, sehingga periode dua minggu ini akan memungkinkan untuk merampungkan kesepakatan.

Sementara itu, mengutip laporan AP, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan pihaknya menerima gencatan senjata selama dua minggu yang diajukan AS dan akan bernegosiasi dengan Washington di Islamabad, Pakistan, yang dijadwalkan dimulai pada Jumat (10/4/2026).

Meski demikian, Iran menegaskan gencatan senjata sementara tersebut tidak berarti perang dengan AS dan Israel telah berakhir sepenuhnya.

"Ditekankan bahwa ini tidak berarti berakhirnya perang," bunyi pernyataan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita