GELORA.CO - Pakistan kini mengambil peran penting sebagai mediator dalam upaya mempertemukan Amerika Serikat (AS) dan Iran di meja perundingan guna mengakhiri konflik yang tengah berlangsung.
Mengutip AP, Jumat (10/4/2026), pembicaraan dijadwalkan berlangsung di Islamabad, setelah kedua negara menyepakati gencatan senjata sementara selama 14 hari. Pemerintah Pakistan meningkatkan pengamanan di ibu kota menjelang kedatangan delegasi dari kedua pihak.
Perdana Menteri Shehbaz Sharif bersama Menteri Luar Negeri Ishaq Dar dan Kepala Angkatan Darat Asim Munir aktif menjalin komunikasi dengan para pemimpin dunia, menegaskan posisi Islamabad sebagai jembatan diplomasi.
Peran Pakistan dinilai strategis karena memiliki hubungan baik dengan Washington dan Teheran, serta kepentingan langsung terhadap stabilitas kawasan.
Sebelumnya, Islamabad juga berperan dalam menyampaikan proposal awal dari AS kepada Iran sebagai bagian dari diplomasi tidak langsung.
Presiden AS Donald Trump bahkan disebut memiliki kedekatan dengan pimpinan militer Pakistan, yang turut berkontribusi dalam upaya mediasi sebelumnya di kawasan.
Analis menyebut keterlibatan Pakistan mencerminkan posisi negara tersebut sebagai aktor regional yang semakin berpengaruh.
Selain faktor diplomatik, kepentingan ekonomi juga menjadi pendorong utama, mengingat konflik telah memicu kenaikan harga energi global yang berdampak pada ekonomi domestik Pakistan.
Negara ini sangat bergantung pada impor energi dari Timur Tengah, serta remitansi jutaan warganya yang bekerja di kawasan tersebut. Kenaikan harga minyak bahkan telah memaksa pemerintah menaikkan harga bahan bakar hingga sekitar 20%.
Selain tekanan ekonomi, konflik juga memicu gejolak domestik di Pakistan, termasuk gelombang protes yang sempat berujung bentrokan dengan aparat keamanan.
Namun, Pakistan memiliki rekam jejak panjang sebagai mediator dalam konflik internasional, mulai dari membuka jalur diplomasi antara AS dan China pada 1970-an hingga memfasilitasi pembicaraan terkait Afghanistan dalam beberapa dekade terakhir.
Dengan latar belakang tersebut, Islamabad kini berharap peran barunya dapat membantu meredakan ketegangan global dan membuka jalan menuju penyelesaian konflik antara AS dan Iran.
