Viral MBG Berisi Lele Mentah dan Masih Hidup, Politikus PDIP Tantang Pejabat BGN Ikut Mencicipi

Viral MBG Berisi Lele Mentah dan Masih Hidup, Politikus PDIP Tantang Pejabat BGN Ikut Mencicipi

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO -  
Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berisi ikan lele mentah di SMAN 2 Pamekasan, Jawa Timur, viral di media sosial. 

Seorang politikus dari PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli atau Gun Romli,  turut menanggapi kasus tersebut dengan melontarkan sindiran ke pejabat Badan Gizi Nasional (BGN) agar ikut mencicipi menu yang dipersoalkan itu.

Lewat pernyataannya di media sosial, ia menyoroti menu MBG yang disebut berisi lele mentah bahkan masih berkumis. 

Ia juga menyebut menu tersebut diberikan bersama dua potong tempe dan dua potong tahu untuk jatah tiga hari. 

"MBG berisi lele mentah dan berkumis di SMA 02 Pamekasan Madura ditolak sekolah. Menu MBG untuk 3 hari: 9-11 Maret 2026, berisi lele mentah, dua potong tempe, dua potong tahu. Coba Kepala BGN dan pimpinan elitnya dicicipi itu lele mentah yang masih berkumis," tulisnya.

"Membayangkan Pak Dadan atau Bu Nanik Deyang yg banyak omon-omon soal MBG, makan bareng lele mentah berkumis. Hiiiiiii.." tambahnya. 

Ia juga menyindir pejabat yang dinilai sering berbicara soal program MBG agar merasakan langsung menu tersebut.

Viral di media sosial 


Sebelumnya, SMAN 2 Pamekasan menolak sebanyak 1.022 porsi paket MBG yang disalurkan oleh SPPG As-Salman Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, pada Senin (9/3/2026).

Penolakan dilakukan karena paket makanan tersebut berisi ikan lele mentah, bahkan dilaporkan ada yang masih hidup saat diterima pihak sekolah.

Kepala SMAN 2 Pamekasan, Moh Arifin, mengatakan lele tersebut dimasukkan ke dalam kotak bersama dua potong tahu dan dua potong tempe tanpa diolah terlebih dahulu.

"Ada dua iris tempe dan tahu. Ikan lelenya amis, mentah bahkan ada yang masih hidup dan bergerak di dalam kotak plastik," kata Arifin.

Menurutnya, pihak sekolah memutuskan mengembalikan paket makanan tersebut karena khawatir dapat membahayakan kesehatan siswa.

Selain itu, bau amis dari ikan lele mentah tersebut juga dikhawatirkan akan semakin menyengat dan berpotensi membusuk jika dibiarkan lebih lama.

"Baunya sangat amis. Siswa pun tidak ingin menerimanya," ujarnya.

Paket MBG yang ditolak tersebut diketahui merupakan jatah makanan untuk para siswa selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu.

Pihak sekolah juga khawatir jika makanan tersebut tetap dibagikan, siswa tidak akan membawanya pulang sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran di lingkungan sekolah.
 

Klarifikasi BGN


Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang menyampaikan klarifikasi terkait video viral yang menampilkan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa lele mentah di salah satu sekolah di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur (Jatim), pada Senin (9/3/2026) kemarin.

Nanik mengatakan, video tersebut hanya menampilkan sebagian menu, sehingga memunculkan persepsi yang tidak utuh mengenai makanan yang disiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pamekasan Pademawu Buddagan.

"Berdasarkan laporan yang kami terima, menu yang disiapkan SPPG sebenarnya lengkap. Namun dalam video yang beredar hanya terlihat sebagian menu karena pihak sekolah menolak mengeluarkan paket makanan dari kendaraan distribusi," ujar Nanik dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026) dikutip dari Kompas.com.

Menurut Nanik, berdasarkan laporan lapangan, paket makanan yang disiapkan oleh SPPG sebenarnya terdiri dari beberapa komponen menu, yakni lele marinasi, tahu dan tempe ungkep, roti pizza, telur rebus, susu full cream, dan buah naga. 

Oleh karena itu, kata dia, setiap laporan atau polemik di lapangan akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dan evaluasi, guna memastikan pelayanan kepada penerima manfaat tetap berjalan optimal.

"Program MBG menempatkan keamanan pangan dan kualitas gizi sebagai prioritas utama. Kami terus melakukan pemantauan serta evaluasi agar seluruh proses penyiapan hingga distribusi makanan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan," tuturnya.

Sementara itu, Ahli Gizi SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan Fikri Kuttawakil menjelaskan bahwa penggunaan lele marinasi dalam menu MBG memiliki pertimbangan gizi dan ketahanan pangan.

"Kenapa kami menggunakan lele marinasi, pertama untuk mencegah berkurangnya gizi di lele itu dan menambah protein di hari itu. Dimarinasi, lele juga bisa bertahan sampai satu hari," jelas Fikri.

Adapun SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan diketahui melayani total 3.329 penerima manfaat, yang terdiri dari siswa SMA/SMK/MA, SMP/MTs, PAUD/TK, SLB, tenaga pendidik, serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di wilayah tersebut.

Diberhentikan sementara


Dadan Hindayana mengatakan, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pamekasan Pademawu Buddagan yang viral karena menyediakan lele mentah untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) disetop sementara.

Dadan menyebut, saat ini SPPG di Jawa Timur (Jatim) tersebut sedang dievaluasi oleh BGN.

"Tindak lanjut sesuai petunjuk teknis dan surat edaran yang telah dikeluarkan. Dalam proses evaluasi untuk dihentikan sementara," ujar Dadan kepada Kompas.com, Selasa (10/3/2026).
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita