Tragis! Link Video Viral Warga Aceh Tewas Diterkam Buaya Saat Cari Lokan di Sungai

Tragis! Link Video Viral Warga Aceh Tewas Diterkam Buaya Saat Cari Lokan di Sungai

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Tragis! Link Video Viral Warga Aceh Tewas Diterkam Buaya Saat Cari Lokan di Sungai

GELORA.CO -
Pada artikel ini, kita akan membahas peristiwa tragis yang terjadi di Aceh, di mana seorang warga dilaporkan tewas mengenaskan setelah diterkam buaya saat mencari lokan di sungai. Kejadian ini menjadi pengingat akan bahaya aktivitas di wilayah perairan yang menjadi habitat satwa liar.

Suasana tenang di aliran Sungai Luan Boya, Desa Bulu Hadek, Kecamatan Teluk Dalam, mendadak berubah mencekam pada Minggu, 15 Februari 2026. Seorang perempuan berusia 35 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah diserang buaya saat mencari kerang atau lokan.

Korban diketahui merupakan seorang ibu rumah tangga asal Desa Bulu Hadek. Demi menjaga privasi keluarga, identitas korban tidak dipublikasikan ke masyarakat luas.

Kronologi Kejadian


Peristiwa bermula sekitar pukul 10.00 WIB, saat korban bersama rekannya berinisial F pergi ke sungai untuk mencari lokan. Keduanya sempat menyisir area sungai secara bersama-sama di bagian tepi.

Sekitar pukul 10.30 WIB, korban memutuskan untuk bergerak ke bagian tengah sungai seorang diri. Sementara itu, rekannya tetap berada di tepian dan melanjutkan aktivitasnya.

Tidak berselang lama, tepat sekitar pukul 11.00 WIB, rekan korban menyadari bahwa korban sudah tidak terlihat lagi di lokasi. Situasi tersebut langsung menimbulkan kekhawatiran.

Pada waktu yang hampir bersamaan, suami korban datang ke sungai untuk menyusul istrinya. Upaya pencarian awal dilakukan di sekitar lokasi, namun tidak membuahkan hasil.

Seorang warga setempat kemudian memberikan informasi mengejutkan. Korban diduga telah diterkam buaya dan diseret ke dalam sungai.

Mendapat laporan tersebut, pihak Polsek Teluk Dalam segera berkoordinasi dengan Polres Simeulue serta masyarakat setempat untuk melakukan pencarian.

Sekitar pukul 11.30 WIB, tim gabungan mulai menyisir seluruh aliran sungai. Proses pencarian berlangsung dramatis karena lokasi tersebut diduga merupakan habitat buaya liar.

Warga setempat turut membantu dengan peralatan sederhana, mengingat kondisi medan yang cukup sulit dijangkau.

Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 14.30 WIB. Korban ditemukan di pinggir sungai dalam kondisi masih berada di mulut buaya.

Tim gabungan yang terdiri dari warga, personel kepolisian, dan Babinsa langsung melakukan upaya penyelamatan. Dengan menggunakan kayu dan tali, mereka berusaha mengusir dan melepaskan korban dari cengkeraman buaya.

Setelah melalui proses yang cukup menegangkan, korban akhirnya berhasil dikeluarkan dari mulut predator tersebut. Namun, kondisi korban sudah tidak bernyawa.

Jenazah korban yang ditemukan dalam kondisi sangat mengenaskan kemudian dibawa ke rumah duka. Pihak keluarga segera melakukan proses pemandian jenazah sebelum dimakamkan.

Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar. Warga setempat juga mengaku semakin waspada saat beraktivitas di sekitar sungai.

Imbauan Waspada di Habitat Buaya


Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah sungai, terutama yang diketahui sebagai habitat buaya. Aktivitas seperti mencari kerang, memancing, atau mandi di sungai memiliki risiko tinggi jika tidak dilakukan dengan kewaspadaan.

Masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas sendirian di sungai dan selalu memperhatikan kondisi sekitar. Jika terdapat tanda-tanda keberadaan buaya, sebaiknya segera menjauh dari lokasi tersebut. Selain itu, diperlukan peran aktif pemerintah dan aparat setempat untuk memberikan edukasi serta meningkatkan pengawasan di daerah rawan konflik antara manusia dan satwa liar.

Tragedi yang terjadi di Sungai Luan Boya ini menjadi pengingat bahwa alam menyimpan potensi bahaya yang tidak boleh diabaikan. Kehati-hatian dan kesadaran akan risiko menjadi hal penting dalam setiap aktivitas di lingkungan alam. Diharapkan, kejadian serupa tidak kembali terulang, dan masyarakat dapat lebih waspada demi keselamatan diri dan orang-orang di sekitarnya.***

BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita