Sosok Profesor yang Kembali Soroti Materai Hijau di Ijazah Jokowi, Pernah Diskakmat Alumni UGM

Sosok Profesor yang Kembali Soroti Materai Hijau di Ijazah Jokowi, Pernah Diskakmat Alumni UGM

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Hampir dua bulan berlalu, Sosiolog Hukum Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof. Ciek Julyati Hisyam, masih meyakini bahwa ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) palsu.

Ia bahkan masih bersikukuh adanya perbedaan materai Rp100 berwarna hijau pada ijazah Jokowi.

Dipantau SURYA.CO.ID dari tayangan di YouTube Official iNews, Selasa (3/2/2026), menurut Ciek, ada perbedaan materai pada ijazah Jokowi dan millik alumni Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada (UGM) bernama Bambang Rudy Harto.


Pada ijazah Bambang menggunakan materai Rp500 dan berwarna merah, sedangkan Jokowi menggunakan materai Rp100 yang berwarna hijau.

Padahal, keduanya lulus di tahun yang sama, tetapi berbeda bulan.

Ciek Julyati Hisyam menjelaskan, Undang-Undang Tahun 1985 menyatakan bahwa sebuah ijazah tidak perlu memakai materai.

"Artinya kalau misalnya dulu ada (matera) Rp6000 dan Rp10.000, maka ijazah itu harusnya (menggunakan) Rp10.000."


"Nah, tapi kalau waktu sebelum Undang-Undang tahun 1985 keluar, itu ada yang Rp100 dan yang Rp500."

"Tentu yang Rp500 itu adalah yang tertinggi," kata Ciek.

Siapa Sosok Prof Ciek Julyati Hisyam?




Ciek Julyati Hisyam adalah dosen sekaligus guru besar di Universitas Negeri Jakarta atau biasa dikenal UNJ. UNJ terletak di Rawamangung, Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Ia berfokus mengajar pada konsentrasi studi kriminologi, sosiologi perilaku menyimpang, dan sosiologi hukum.



Dikutip dari buku berjudul Sistem Sosial Budaya Indonesia, Ciek Juliyati Hisyam lahir di Jakarta pada 12 April 1962.

Ia menempuh studi S1 di Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial IKIP Jakarta. Pada Juli 1986, Ciek lulus.

Pada 2000, Ciek menyelesaikan pendidikan S-2 pada program studi Keuangan Pascasarjana IPWI.

Selain itu, Ciek juga telah merampungkan pendidikan S-2 pada prodi Kriminologi Program Pascasarjana UI (Universitas Indonesia) dengan predikat cum laude pada 2005.


Pada 2011, Ciek Julyati Hisyam berhasil menyelesaikan pendidikan S-3 pada program studi Sosiologi Program Pascasarjana UI.

Ciek Hisyam sudah menjadi dosen tetap di UNJ sejak 1987.

Pada Juni 2025, ia lalu dikukuhkan menjadi guru besar dalam bidang Ilmu Sosiologi Perilaku Menyimpang di UNJ.

Nama lengkap berikut dengan gelarnya adalah Prof. Dr. Hj. Ciek Julyati Hisyam, M.M., M.Si.

Dosen di Fakultas Ilmu Sosial UNJ itu juga telah membuat laporan beberapa penelitian, di antaranya Pengembangan Model Pendidikan Karakter Dalam Upaya Peningkatan Kualitas Pendidikan Masyarakat Kepulauan dan Pengembangan Model Pembelajaran Kriminologi Untuk Mengatasi Kenakalan Remaja di Depok Jawa Barat.

Kena Skakmat Ketua Angkatan Jokowi
Pada Desember 2025 lalu, Ketua Angkatan Fakultas Kehutanan UGM tahun 1980 sekaligus teman Jokowi, Mustoha Iskandar menegaskan bahwa materai pada ijazah milik Jokowi sudah benar berwarna hijau.

Saat itu, Mustoha menjawab keraguan Ciek Julyati Hisyam terkait materai berwarna hijau pada ijazah Jokowi.

Ia menjelaskan bahwa lulusan Fakultas Kehutanan UGM yang seangkatan dengan Jokowi dapat dipastikan ijazahnya bermaterai hijau.


Hal tersebut sama dengan ijazah milik Mustoha dan teman satu angkatan Jokowi.

"Materainya warnanya hijau, bukan merah," kata Mustoha Iskandar, dikutip SURYA.CO.ID dari tayangan di kanal YouTube Official iNews, Sabtu (6/12/2025).

Mustoha menyebut bahwa UGM melakukan wisuda empat kali setiap tahunnya.

Menurut dia, seluruh angkatan Fakultas Kehutanan UGM tahun 1980, tidak ada yang wisuda pada Februari.

Ijazah bermaterai merah diperuntukkan bagi mahasiswa yang wisuda pada Februari.

"Jadi di Gadjah Mada itu ada empat kali wisuda. Ada Februari, Mei, Agustus, dan November. Angkatan 1980 nggak ada yang wisuda Februari, yang merah itu nggak ada," tegasnya.

Mustoha menegaskan bahwa mahasiswa Fakultas Kehutanan yang diwisuda bersamaan dengan Jokowi dipastikan ijazahnya bermaterai hijau.

Jokowi sendiri wisuda pada tanggal 5 November 1985.


"Jadi yang bareng wisuda Pak Jokowi itu hijau materainya, semuanya hijau," ucapnya.

"Kalau bilang merah berarti bukan angkatan 1980, apalagi sama-sama wisuda Pak Jokowi, itu bohong," imbuhnya.


Mustoha Iskandar mengaku siap memberikan kesaksian di pengadilan nanti.

Ia juga sudah berbicara dengan Jokowi agar tidak melakukan mediasi dengan tersangka Roy Suryo cs.

"Yang penting itu nanti di fakta persidangan kita beradu kekuatan alat bukti," katanya.

"Saya pun sudah berbicara dengan Pak Jokowi, enggak ada mediasi-mediasi. Kita maju terus di persidangan," sambungnya

Sumber: Tribunnews 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita