GELORA.CO - Sidang gugatan ijazah Jokowi yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Solo pada Selasa (3/2) menghadirkan teman KKN Jokowi di Desa Ketoyan, Wonosegoro, Boyolali, Jateng, tahun 1985 lalu.
Teman KKN Jokowi bernama Rince Dwijaja ini memberikan kesaksian menguatkan bahwa benar Jokowi KKN bersama dia saat itu.
Rince Dwijaja merupakan mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menjadi teman Kuliah Kerja Nyata (KKN) Jokowi.
Rince mengaku mengenal Jokowi sejak mengikuti KKN yang berlangsung dari Maret hingga pertengahan Juni saat itu. Ada empat yang KKN, dua laki-laki dan dua perempuan.
Rince di hadapan majelis hakim, Selasa, membeberkan teman masa KKN-nya saat itu mulai dari Joko Widodo dari Fakultas Kehutanan, Eko Sosilo Adi Utomo dari Fakultas Teknik Geodesi, dan Yohanas dari Fakultas Hukum.
Ia menyebutkan, dari keempat mahasiswa tersebut, Eko Sosilo Adi Utomo telah meninggal dunia pada 2018.
Sementara itu, setelah KKN selesai, Rince mengaku tidak lagi menjalin komunikasi dengan Jokowi maupun Yohanas.
Awal Kedatangan ke Desa KKN
Rince juga menceritakan suasana awal kedatangan mereka di lokasi KKN.
Menurutnya, rombongan mahasiswa dijemput oleh Kepala Desa Ketoyan, Jentu, dan menginap di samping rumah kepala desa.
Rince dan Yohanas menempati satu kamar, sedangkan Jokowi dan Eko berada di kamar lain yang saling berhadapan.
“Dijemput juga dari Kantor Kecamatan Wonosegoro. Sebelumnya, di universitas kami mendapat pembekalan selama dua minggu oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) UGM, mencakup kesehatan masyarakat, sosial, dan prasarana,” jelasnya.
Selama menjalani KKN, keempat mahasiswa tersebut menjalankan program kerja sesuai bidang masing-masing. Jokowi dan Eko disebut lebih fokus pada pembangunan sarana dan prasarana desa.
“Saya bersama Yohanas melakukan penyuluhan kesehatan, gizi, hukum, dan lainnya,” ungkap Rince.
Ia juga mengaku mengenal keluarga Kepala Desa Ketoyan, termasuk anak-anaknya yang bernama Yayuk, Sri, dan anak sulung bernama Arno. Menurut Rince, saat ini, istri Jentu masih hidup, sementara Kades Jentu telah meninggal dunia.
Rince menambahkan, setelah KKN berakhir, para mahasiswa sempat saling berkirim foto dokumentasi kegiatan.
Tahun 1985, saat Rince kembali ke Jakarta, dia lalu mengirim foto-foto ukuran 3R selama KKN.
Jokowi juga mengirim foto mereka selama KKN, namun, sekarang foto-foto itu sudah tidak ada lagi karena rumah dia pernah kebanjiran di Jakarta.
Pakai Gitar Listrik
Meski demikian, Rince mengaku masih menyimpan satu foto berukuran 10R yang memperlihatkan pertemuan mahasiswa Desa Gosonto, Boyolali, dengan dosen pembimbing KKN.
Rince Dwijaja juga mengungkap adanya pentas perpisahan menggunakan gitar listrik dengan bantuan genset milik kepala desa setempat.
Rince menjelaskan, selama kegiatan KKN terdapat pentas perpisahan yang menampilkan musik, termasuk penggunaan gitar listrik.
Meski saat itu akses listrik tidak dari PLN, menurutnya, hal tersebut bukan menjadi kendala karena Kepala Desa setempat juga merupakan seorang pengusaha penggilingan padi yang memiliki genset.
Ia juga mengungkapkan sering melakukan kegiatan penyuluhan, seperti rapat rutin hingga setiap malam Minggu hingga nonton bareng film dari TVRI, misalnya film Suzana.
Sidang gugatan ijazah Jokowi dijadwalkan masih akan berlanjut dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi lainnya.***
