GELORA.CO - Dugaan rekayasa Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh oknum penyidik Polsek Cilandak menjadi sorotan publik setelah video pengakuan korban viral di media sosial.
Dalam video tersebut, korban mengaku kasus penganiayaan yang dialaminya justru diarahkan menjadi perkara narkoba.
Peristiwa ini memicu reaksi luas warganet dan menimbulkan pertanyaan serius terkait profesionalisme aparat penegak hukum.
Korban menyebut terdapat kejanggalan dalam proses pemeriksaan, termasuk munculnya barang bukti narkoba dalam berkas BAP yang menurutnya tidak pernah berkaitan dengan peristiwa yang dialami.
Dalam rekaman yang beredar, korban mengungkapkan keberatannya atas isi BAP yang dinilai tidak sesuai fakta.
Ia menegaskan bahwa dirinya bukan terlibat perkara narkoba, melainkan korban penganiayaan. Namun, dalam dokumen yang ditunjukkan kepadanya, justru tercantum barang bukti narkotika.
Baca Juga:
Ramai Isu Utang Pinjol Akan Dihapus 2026, OJK Angkat Bicara, Hoaks atau Fakta?
Korban bahkan mengklaim sempat ditawari untuk merobek atau membatalkan berkas BAP tersebut.
Ia menilai tindakan itu sebagai upaya yang tidak dapat dibenarkan dan berpotensi menjebak dirinya dalam perkara hukum yang berbeda.
“Bukan soal narkoba, tapi kenapa di berkas saya malah ada barang-barang narkoba. Saya tidak mau seperti itu. Saya punya bukti dan relasi ke atasan, tidak boleh begini,” ujar korban, dikutip dalam video viral tersebut.
Kasus ini kemudian menarik perhatian Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.
Propam kini tengah melakukan pemeriksaan terhadap oknum penyidik Polsek Cilandak yang diduga terlibat dalam rekayasa BAP tersebut.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan ada tidaknya pelanggaran kode etik maupun prosedur hukum.
Pihak kepolisian pun memberikan respons atas kegaduhan yang terjadi.
Kepolisian menyampaikan permohonan maaf kepada korban atas ketidaknyamanan dan kegelisahan yang timbul akibat penanganan perkara tersebut.
Polisi juga menegaskan komitmen untuk menindak tegas anggotanya apabila terbukti melakukan pelanggaran.
Kasus ini menjadi perhatian serius publik karena menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.
Warganet ramai-ramai mendesak agar kasus ini diusut secara transparan dan adil, tanpa upaya menutup-nutupi fakta di lapangan.
Pengamat hukum menilai, jika dugaan rekayasa BAP terbukti, maka tindakan tersebut bukan hanya melanggar etik, tetapi juga berpotensi masuk ke ranah pidana.
Oleh karena itu, langkah cepat Propam dinilai penting untuk menjaga integritas institusi kepolisian.
Hingga kini, proses pemeriksaan masih berjalan. Polisi memastikan akan membuka hasil pemeriksaan kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi penegakan hukum.
