Kronologi Bentrok TNI-Polri di Mappi Papua Selatan, Berawal dari Geber Motor Depan Yonif

Kronologi Bentrok TNI-Polri di Mappi Papua Selatan, Berawal dari Geber Motor Depan Yonif

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Bentrok TNI-Polri terjadi di sekitar Marseling Area 2 Yonif TP 819/PIBP, Distrik Obaa, Kabupaten Mappi, Papua Selatan, Kamis (12/2/2026). Meski sempat memanas, pertikaian tersebut dipastikan telah diselesaikan melalui mediasi dan tidak berlanjut.

Kapendam XVII/Mandala Trikora Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono mengatakan, kronologi bentrokan diawali rangkaian peristiwa sejak 6 hingga 11 Februari 2026. Seorang pengendara motor beberapa kali melakukan penggeberan dan melontarkan ucapan tidak pantas di sekitar area penjagaan Yonif TP 819/PIBP.


Puncaknya terjadi pada 12 Februari 2026 dini hari. Personel yang berjaga menghentikan dan mengamankan satu orang untuk dimintai keterangan.

Dari pemeriksaan awal diketahui yang bersangkutan merupakan oknum anggota Polairud Polres Mappi. Saat itu, yang bersangkutan diduga dalam pengaruh minuman beralkohol.


"Pagi harinya, pimpinan Yonif TP 819/PIBP dan pimpinan Polres Mappi menggelar pertemuan dan bersepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan," kata Letkol Tri dalam keterangannya dikutip Sabtu (14/2/2026).

Namun situasi kembali memanas pada pagi hari sekitar pukul 09.15 WIT. Sekelompok massa mendatangi area satuan dan melakukan pelemparan batu. Personel di lapangan kemudian melakukan pengamanan sesuai prosedur guna mencegah eskalasi.


"Berkat koordinasi cepat kedua institusi, situasi berhasil dikendalikan dan dinyatakan aman tanpa eskalasi lanjutan," ujarnya.

Kapendam menegaskan  bentrok TNI-Polri di Mappi bukan konflik antarinstitusi. Insiden tersebut murni melibatkan oknum dan telah ditangani secara cepat melalui komunikasi pimpinan kedua pihak.


Sementara Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Mayjen Yusri Nuryanto memastikan persoalan tersebut telah tuntas.


"Jadi sudah diselesaikan dan sudah dimediasi antara TNI dengan Polri," ujar Mayjen Yusri di Mabes TNI, Jakarta Timur, Jumat (13/2/2026).

Dia menjelaskan, insiden itu dipicu miskomunikasi antarprajurit di lapangan.

"Tentara-tentara sekarang ini kan muda-muda ini, jadi kadang-kadang energinya terlalu banyak sehingga ada miskomunikasi sedikit sehingga muncul. Tapi itu hal sudah diselesaikan," katanya.

Saat ini, aktivitas masyarakat di Kabupaten Mappi telah kembali normal. Situasi keamanan juga dinyatakan kondusif setelah dilakukan mediasi dan koordinasi intensif. Pertikaian dinyatakan selesai tanpa adanya eskalasi lanjutan

Sumber: inews 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita