Dokumen Ini Jadi Bukti Jeffrey Epstein Agen Mossad, Pernah Dekat dengan PM Israel

Dokumen Ini Jadi Bukti Jeffrey Epstein Agen Mossad, Pernah Dekat dengan PM Israel

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Dokumen Ini Jadi Bukti Jeffrey Epstein Agen Mossad, Pernah Dekat dengan PM Israel

GELORA.CO -
Sebuah dokumen FBI pada 2020 yang didasari atau laporan langsung dari sebuah sumber daya manusia rahasia (CHS) mengungkap bahwa, Jeffrey Epstein "dekat dengan mantan perdana menteri Israel, Ehud Barak dan dilatih menjadi seorang agen intelijen. Seperti dilaporkan Middle East Monitor, Kamis (5/2/2026), dokumen itu mendukung dugaan selama ini yang meyakini sang tersangka kasus perdagangan anak adalah pengumpul data dan informasi untuk Mossad.

Dokumen FBI itu tertanggal 19 Oktober 2020, dengan mencantumkan detail percakapan di mana para sumber ayang memiliki kontak personal dengan orang-orang dekat di lingkaran Epstein, menggambarkan bagaimana Epstein terlibat dalam aktivitas intelijen di bawah koordinasi Mossad. Dokumen menyebutkan sejumlah percakapan telepon antara pengacara Epstein yang juga seorang profesor ilmu hukum Harvard, Alan Dershowitz dengan Epstein.

Merujuk percakapan telepon itu, dokumen FBI mengungkap bahwa Mossad akan menelepon Dershowitz untuk memberikan taklimat. Para sumber di dokumen itu "mencatat" bahwa selama percakapan telepon itu dan disimpulkan bahwa proses taklimat sebagai bagian dari sebuah koordinasi operasi intelijen.

Dokumen FBI yang menguatkan dugaan Jeffrey Epstein adalah anggota Mossad. - (FBI)

Dershowitz sendiri dikutip dalam dokumen itu pernah mengatakan bahwa dia akan bergabung dengan Mossad jika dirinya masih muda. CHS dikutip dalam dokumen FBI meyakini bahwa Dershowitz "dikooptasi" oleh Mossad dan "didaftarkan untuk misi mereka".

Secara total, dokumen itu menyajikan Epstein sebagai agen Mossad, yang mana ditegaskan oleh sebuah sumber secara eksplisit. CHS menyatakan bahwa mereka "yakin Epstein adalah seorang agen Mossad dan hubungannya dengan Ehud Barak dan Dershowitz dalam rangka peran intelijennya yang lebih luas".

Dugaan ini didukung oleh catata-catatan dan observasi terhadap percakapan telepon, yang saat ini merepresentasikan sejumlah pengakuan yang menempatkan Epstein sebagai aparat intelijen daripada seorang kriminal semata.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita