AS Terus Menerus Khawatir dengan Iran, Kini Tuduh Rudal Jarak Jauh

AS Terus Menerus Khawatir dengan Iran, Kini Tuduh Rudal Jarak Jauh

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Amerika Serikat (AS) terus menerus melayangkan tuduhan tidak berdasar terhadap Iran terkait dengan persenjataan. 

Setelah menuduh Iran mengembangkan nuklir, kini Presiden AS menuduh Iran telah mengembangkan rudal yang mampu menyerang AS.

Kekhawatiran itu disampaikan Presiden AS Donald Trump dalam pidato kenegaraan, tanpa memberikan bukti, Selasa (24/2/2026).

Menurut Trump, Iran telah membuat rudal yang bisa mengancam Eropa dan sejumlah pangkalan AS di wilayah Timur tengah.


Bahkan kata Trump, rudal tersebut bisa menjangkau AS yang jaraknya dari Iran mencapai 11.000 kilometer.

“Mereka telah mengembangkan rudal yang dapat mengancam Eropa dan pangkalan kita di luar negeri, dan mereka sedang berupaya membangun rudal yang akan segera mencapai Amerika Serikat,” kata Trump seperti dimuat Tribunnews.com.

Oleh karena itu, Trump menyebut armada AS telah tiba di Timur Tengah.

Ketiga armada tersebut mencakup kapal induk Abraham Lincoln, yang didampingi oleh tiga kapal perang yang dilengkapi dengan rudal Tomahawk dan yang digunakan untuk menyerang dua fasilitas nuklir Iran pada Juni tahun lalu.

Pada akhir Januari lalu, AS juga mengirim kelompok kapal induk kedua ke Timur Tengah, termasuk USS Gerald R. Ford dan tiga kapal perusak yang menyertainya.

Selain itu, satu kapal perusak lagi dikirim ke Laut Arab bagian Utara, dan satu lagi sedang dalam perjalanan, menurut seorang pejabat Angkatan Laut, sehingga total kapal perusak di wilayah yang lebih luas menjadi 13 unit.




Kapal-kapal perang tersebut juga membawa sistem pertahanan udara, seperti dilaporkan New York Times.

Diketahui AS belakangan bersifat reaksioner terhadap Iran. Hubungan AS dan Iran menegang sejak kepemimpinan kedua Donald Trump di AS. 



Trump terus menuduh Iran mengembangkan senjata nuklir. Bahkan puncaknya AS melakukan serangan ke pangkalan penelitian nuklir Iran hingga membuatnya hancur. 

Dari tuduhan tersebut, para pejabat Iran berulang kali membantah tuduhan AS bahwa negaranya berupaya mengembangkan senjata nuklir.

Iran mengatakan bahwa program nuklir mereka hanya untuk penggunaan sipil dan energi bukan untuk senjata. 

“Iran dalam keadaan apapun tidak akan mengembangkan senjata nuklir," tulis Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam sebuah unggahan di X jam sebelum pidato Trump

Sumber: Wartakota 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita