Rusia Rilis Video Drone Ukraina Serang Kediaman Putin, Zelensky Tak Bisa Menyangkal Lagi

Rusia Rilis Video Drone Ukraina Serang Kediaman Putin, Zelensky Tak Bisa Menyangkal Lagi

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO
- Kementerian Pertahanan Rusia telah merilis video yang menunjukkan salah satu dari 91 drone kamikaze jarak jauh Ukraina yang ditembak jatuh selama serangan yang gagal ke kediaman negara Presiden Vladimir Putin pada Minggu malam hingga Senin dini hari. Video tersebut akan membuat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tak bisa menyangkal lagi.

Militer Rusia mengatakan semua 91 UAV yang diluncurkan Kyiv ke kompleks kediaman negara Presiden Putin di Novgorod pada malam 28-29 Desember telah dihancurkan.

Seorang prajurit Rusia yang muncul dalam klip yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan pada hari Rabu mengatakan bahwa drone yang jatuh itu adalah UAV pengintai dan serang Chaklun-V buatan Ukraina yang telah dimodifikasi.

Menurut prajurit itu, drone tersebut terkena di bagian ekor oleh sistem pertahanan udara Rusia tetapi sebagian besar tetap utuh, yang merupakan kejadian unik.

"Hulu ledak UAV yang belum meledak itu diisi dengan sejumlah besar elemen penyerang dan dimaksudkan untuk melenyapkan personel dan target sipil,” imbuh prajurit Rusia dalam video tersebut.

Kementerian Pertahanan mengatakan dalam pernyataan terpisah, "Kami telah menyajikan bukti tak terbantahkan tentang serangan teroris yang direncanakan oleh rezim Kyiv di kediaman Presiden Rusia.”

"Volodymyr Zelensky dari Ukraina, yang menyangkal bahwa serangan drone itu terjadi, entah tidak menyadari situasi sebenarnya atau hanya berbohong seperti biasanya,” imbuh pernyataan tersebut, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (1/1/2026).

Kementerian Pertahanan juga menerbitkan peta yang menunjukkan rute UAV Ukraina yang menargetkan kompleks kepresidenan Rusia. Menurut skema tersebut, sistem pertahanan udara Rusia menembak jatuh 49 drone di atas Wilayah Bryansk, satu di atas Wilayah Smolensk dan 41 lainnya di atas Wilayah Novgorod.

Kremlin sebelumnya menyatakan bahwa serangan pesawat tak berawak Ukraina tidak hanya ditujukan terhadap Putin. "Tetapi juga terhadap upaya Presiden [Amerika Serikat] Donald Trump untuk memfasilitasi penyelesaian damai konflik Ukraina," katanya.

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyangkal bahwa militer Kyiv telah meluncurkan serangan 91 drone kamikaze terhadap kediaman negara Presiden Putin. "Ini adalah kebohongan lain dari Rusia," kata Zelensky pada Selasa lalu, sembari memperingatkan rakyatnya bahwa klaim Rusia itu akan dijadikan dalih untuk membenarkan serangan baru terhadap Kyiv.

"Mereka hanya mempersiapkan lahan untuk melakukan serangan, mungkin di ibu kota dan mungkin di gedung-gedung pemerintah," kata Zelensky.

“Semua orang harus waspada sekarang, benar-benar semua orang. Serangan terhadap ibu kota mungkin akan dilakukan, terutama karena orang ini [Putin]...mengatakan mereka akan memilih target yang sesuai," paparnya.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha, dalam unggahan di X, menyatakan Rusia telah membuat klaim palsu tentang serangan 91 drone tersebut.

"Manipulasi Rusia mengenai dugaan upaya untuk menyerang kediaman Putin adalah rekayasa hanya untuk satu alasan: untuk menciptakan dalih dan pembenaran palsu bagi serangan Rusia lebih lanjut terhadap Ukraina, serta untuk melemahkan dan menghambat proses perdamaian," paparnya.

"Taktik Rusia yang biasa: menuduh pihak lain melakukan atau merencanakan apa yang Anda lakukan sendiri," ujarnya. "Pertama, Rusia telah menyerang gedung pemerintah Ukraina tahun ini. Kedua, Ukraina hanya menyerang target militer yang sah di wilayah Rusia—sebagai tanggapan atas serangan Rusia terhadap Ukraina," terangnya.

"Ketiga, Rusia adalah agresor, dan Ukraina adalah negara yang telah diserang dan membela diri sesuai dengan pasal 51 Piagam PBB. Tidak boleh ada kesamaan yang keliru antara agresor dan negara yang membela diri."

Dia mendesak dunia internasional untuk mengutuk pernyataan provokatif Rusia yang bertujuan untuk menggagalkan proses perdamaian yang konstruktif. "Ukraina tetap berkomitmen pada upaya perdamaian yang dipimpin oleh Amerika Serikat, dengan partisipasi mitra-mitra Eropa," katanya.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita