Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang sukses mengembangkan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik. Program inovatif ini menjadi solusi sekaligus terobosan dalam mengatasi permasalahan sampah sekaligus memenuhi kebutuhan energi ramah lingkungan di Bumi Lembu.
Melalui Waste to Energy (WtE) berbasis biodigester dan thermal conversion, DLH Lumajang mengolah sampah organik dan residu menjadi biogas yang kemudian dikonversi menjadi listrik. Saat ini, instalasi pengolahan tersebut telah mampu menghasilkan listrik untuk penerangan fasilitas umum, kantor DLH, serta mendukung kebutuhan operasional Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Kepala DLH Lumajang menyatakan bahwa program ini merupakan wujud nyata dari konsep circular economy. “Sampah yang selama ini menjadi masalah kini berubah menjadi sumber energi. Setiap ton sampah yang kita olah tidak hanya mengurangi volume di TPA, tetapi juga menghasilkan listrik dan pupuk organik yang bermanfaat bagi petani,” ujarnya.
Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat melalui pemilahan sampah di tingkat rumah tangga dan desa. DLH juga memberikan pelatihan kepada pengelola TPA dan kelompok swadaya masyarakat agar proses pengolahan berjalan optimal dan berkelanjutan.
Selain mengurangi emisi metana dari TPA, program ini turut mendukung target pemerintah daerah dalam penurunan emisi gas rumah kaca dan peningkatan ketahanan energi daerah.
Diharapkan ke depan kapasitas pengolahan sampah menjadi energi listrik dapat terus ditingkatkan, sehingga Lumajang semakin mandiri energi dan bersih dari sampah.
Masyarakat Lumajang yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang program pengolahan sampah menjadi energi, layanan DLH, atau cara berpartisipasi dapat mengunjungi situs resmi: dlh-lumajang.bondowosokab.org
Mari dukung DLH Lumajang mewujudkan masa depan di mana sampah bukan lagi beban, melainkan berkah energi bagi seluruh warga! ⚡♻️🌍
