Rocky Gerung Sebut SBY Bermain Api Kritik Jokowi: Dia Tidak Mau Kehilangan Basis Dukungannya

Rocky Gerung Sebut SBY Bermain Api Kritik Jokowi: Dia Tidak Mau Kehilangan Basis Dukungannya

Gelora News
facebook twitter whatsapp



GELORA.CO - Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali membuat geger jagat politik. 

Dalam pidatonya baru-baru ini, SBY menyentil pemerintah agar tak mengabaikan suara kritis dari kampus.

Di saat yang sama, dia juga menilai tudingan kecurangan pemilu berlebihan. Sikap SBY ini menimbulkan pertanyaan: 

Apakah dia sedang bermain api dengan manuver politik cerdik atau justru blunder fatal?

Pengamat politik Rocky Gerung memberikan analisisnya. Menurutnya, SBY seperti "oposisi indoor" yang kritis dari dalam koalisi. 

SBY tak ingin kehilangan suara rakyat yang kritis terhadap pemerintah, namun di sisi lain tak ingin keluar dari koalisi.

"SBY paham betul situasi politik. Dia ingin menjaga hubungan dengan Jokowi dan Prabowo, tapi dia juga tak mau kehilangan basis dukungannya," kata Rocky.

Langkah SBY ini bisa dilihat sebagai manuver politik cerdik untuk menjaga keseimbangan. 

Dia ingin menunjukkan bahwa Demokrat masih memiliki suara kritis, meskipun berada di koalisi pemerintah.

Di sisi lain, SBY juga tak ingin frontal menyerang Jokowi dan Prabowo.

Namun, manuver SBY ini juga bisa berisiko. Jika tak hati-hati, dia bisa terjebak dalam permainan politik yang rumit. 

Bisa jadi, kritiknya terhadap Jokowi dibalas dengan manuver politik dari kubu pemerintah.

"SBY sedang bermain api. Dia harus hati-hati agar tak terbakar," kata Rocky.

Di sisi lain, sikap SBY yang kritis terhadap pemerintah dan membela suara kampus mendapat apresiasi dari banyak pihak. 

Rocky menilai, SBY menunjukkan keberaniannya untuk menyuarakan aspirasi rakyat.

"SBY menunjukkan bahwa dia masih memiliki nyali untuk melawan ketidakadilan," kata Rocky Gerung

"SBY sedang bermain api. Dia harus hati-hati agar tak terbakar".

Terlepas dari berbagai interpretasi, manuver politik SBY ini tentu akan menjadi babak baru dalam konstelasi politik Indonesia.

Akankah SBY sukses dengan strateginya? Atau justru blunder fatal? Kita tunggu saja kelanjutannya

Sumebr: viva