Alih-alih Berikan 2 Solusi untuk Soeharto, Prabowo justru Dianggap Pengkhianat oleh Keluarga Cendana! Begini Kisahnya

Alih-alih Berikan 2 Solusi untuk Soeharto, Prabowo justru Dianggap Pengkhianat oleh Keluarga Cendana! Begini Kisahnya

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Prabowo Subianto sebelum beberapa kali mencalonkan sebagai Capres RI hingga sekarang maju kembali di Pilpres 2024.

Prabowo Subianto telah melewati perjalanan hidup yang sangat amat panjang.

Seperti diketahui bahwa Prabowo subianto sebelum terjun kedunia politik, dirinya adalah seorang militer TNI yang kemudian pernah menikahi putri Presiden Soeharto yaitu Siti Hediati Soeharto atau akrab disapa Titiek Soeharto.

Dalam karier militernya, Prabowo Subianto pernah mengalami sejarah kelam teptanya tahun 1998.

Pasalnya, saat itu Prabowo Subianto menjabat sebagai Pangkostrad, yang mana tugasnya yaitu sebagai pengaman kericuhan aksi masa.

Hingga saat ini, tragedi tahun 1998 yang kini disebut era reformasi masih terlihat selalu muncul pemberitaan miring tentang Prabowo Subianto apalagi kalau Prabowo Subianto jadi Capres terkhusus Capres 2024 ini.

Pasalnya, Prabowo Subianto diduga bahkan dituduh sebagai pengkhianat oleh mayoritas Keluarga Cendana terutama Presiden Soeharto sekaligus mertuanya pada saat itu.

Bahkan pada saat itu Prabowo Subianto dicopot dengan tidak hormat dari TNI sekaligus dari jabatannya sebagai Pangkostrad.

Hal itu diungkapkan Prabowo Subianto saat diwawancarai oleh Andi Flores Noya seorang wartawan berpengalaman yang kemudian diunggah di salah satu Video TikTok @agusnugroho1922 dan dilansir Hops.ID pada Senin tanggal 25 Desember 2023.

"Saya tanya Pak BJ Habibie karena beliau tahu rencana pergantian saya sebagai Pangkostrad. Apa ini keputusan bapak. Benar keputusan Saya. Saya tanya kenapa saya harus diganti. Kemudian beliau (Bj Habibie) menjawab, oh ini permintaan mertua anda 'permintaan pak Soeharto'," ujar Prabowo Subianto yang menceritakan saat mengkonfirmasi kepada BJ Habibie soal pencopotan dirinya sebagai Pangkostrad.

Tidak hanya itu, tepatnya pada bulan Mei 1998 terjadi badai politik di Indonesia ribuan Mahasiswa berdemonstrasi menuntut Presiden Soeharto agar mundur dari kedudukannya sebagai Presiden RI.

Aksi demo besar-besaran Mahasiswa itu sampai masuk ke gedung DPR/MPR bahkan mendudukinya.

Hal tersebut pun, membuat Keluarga Cendana marah besar kepada Prabowo Subianto karena dianggap membiarkan secara sengaja Mahasiswa untuk menduduki gedung MPR/DPR bahkan timbul dugaan bahwa Prabowo Subianto ada maksud terselubung untuk menjatuhkan sang mertuanya Soeharto.

"Keluarga Cendana marah mengapa Prabowo Subianto yang saat itu menjabat sebagai Pangkostrad membiarkan Mahasiswa menduduki gedung MPR/DPR. Mereka curiga bahwa itu disengaja oleh Prabowo Subianto sebagai bagian dari konspirasi untuk menjatuhkan sang Raja (Soeharto),"ujar pengisi suara akun TikTok@bertold_hoover.

"Prabowo Subianto dianggap berkonspiraai dengan BJ Habibie untuk menjatuhkan Soeharto," lanjutnya.

Bahkan 2 anak Soeharto yang paling terdepan dalam menghakimi hingga memarahi habis-habisan Prabowo Subianto ialah Siti Hardijanti Rukmana (Tutut Soeharto) dan Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek Soeharto).

"Tutut Soeharto dan Mamiek Soeharto marah-marah kepada Prabowo Subianto. Kamu kemana saja? dan mengapa membiarkan Mahasiswa menduduki gedung MPR/DPR,"ujar narator.

"Prabowo dengan sengit balik bertanya apakah ia harus menembaki para Mahasiswa itu," tambahnya.

"Anak-anak Soeharto lalu bertanya apa solusi dari semua itu?," sambungnya.

Kemudian, Prabowo Subianto pun menjawab ada 2 opsi solusi yang diutarakan kepada Tutut Soeharto dan Mamiek Soeharto.

"Ada 2 opsi yang diutarakan Prabowo subianto. Pertama Soeharto mesti mengundurkan diri. Kedua Presiden harus melakukan kompromi dan harus ada perubahan kearah reformasi itu yang dianggap pengkhianatan oleh keluarga cendana," ujar pengisi suara akun TikTok@ bertold_hoover.***

Sumber: hops.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita