Jelang Pilpres, Habib Bahar Ngaku Disodorkan Cek Poundsterling Oleh Pejabat, Nih Syaratnya!

Jelang Pilpres, Habib Bahar Ngaku Disodorkan Cek Poundsterling Oleh Pejabat, Nih Syaratnya!

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Pemimpin LSM Majelis Pembela Rasulullah, Habib Bahar Smith kembali mengungkapkan pernyataan yang cukup mengejutkan loh.

Ia mengaku, sempat mendapat tawaran uang dengan jumlah fantastis dari sejumlah pejabat. Tapi ada syaratnya, apa itu? Simak ulasan berikut ini.  

Diberitakan sebelumnya, pendakwah nyentrik, Habib Bahar sempat menegaskan, bahwa dirinya akan golput alias tidak akan mendukung atau pun menggunakan hak suaranya pada Pilpres 2024 mendatang. 

Nah belakangan, Habib Bahar kembali melontarkan pernyataan yang cukup menggemparkan. Ia mengaku, sempat mendapat tawaran uang dengan jumlah fantastis dari sejumlah pejabat.

Tak tanggung-tanggung, nilainya bahkan mencapai hingga ratusan triliun rupiah.

Hal itu terungkap melalui tayangan akun YouTube Nizar Channel dengan judul Geger! Habib Bahar Menolak Ratusan Triliun dari Pejabat.

Dalam video yang beredar ini, awalnya Bahar mengatakan, bahwa dirinya sedang membangun pondok pesantren.

"Saya ini sedang membangun pondok pesantren, sampai sekarang masih membangun. Saya bangun pondok pesantren itu pakai darah, pakai air mata," katanya.

Selanjutnya ia menjelaskan, bahwa pondok pesantren yang dibangunnya itu menggunakan metode salaf, tidak ada sekolahnya. 

"Di situ dipelajari 32 fun mata pelajaran, fiqih, ushul fikih, tauhid, luro, nahwu, shorof, mujadalah, muhawaroh, tafsir, hadis tarjih, dan lain-lainnya. Itu pondok saya gratis, enggak bayar," jelasnya. 

Habib Bahar mengaku, sengaja tak membebani biaya pendidikan bagi mereka yang ingin menimba ilmu di pondok pesantrennya tersebut.

"Kenapa saya bikin pondok pesantren gratis, karena miris hati saya melihat masuk pesantren ada yang bayar sampai Rp15 juta, ada yang pendaftarannya Rp20 juta. Udah gitu ilmunya enggak seberapa," kata dia. 

"Nah makanya saya bikin pondok pesantren gratis, masuk gratis. Tiap bulan semampunya mau bayar berapa. Mampu Rp50 ribu ya bayar Rp50 ribu. Itu buat nambah makannya anak-anak. Jadi kalau anak-anak enggak makan, ya kita enggak makan," sambungnya.

Kemudian Habib Bahar mengatakan, jika mau dirinya bisa saja membuat pondok pesantren yang mewah. Sebab menurut dia, banyak pejabat yang menawarkan bantuan, tapi dengan embel-embel tertentu.

"Kalau mau saya bisa bikin pondok pesantren yang lantainya itu pakai emas. Kalau saya mau terima dana dari pejabat," katanya. 

Pria asal Manado itu mengklaim, ada banyak pejabat-pejabat yang datang untuk menui dirinya dengan iming-iming uang dalam jumlah fantastis. 

"Datang ke saya bawa tiga cek. Cek dari Inggris poundsterling. Cek dolar Amerika, sama cek BCA Indonesia." 

"Terus bilang, bib mau berapa ratus triliun tulis, yang penting habib diam-diam aja di pondok, enggak usah ceramah bahas-bahas pemerintah. Pondok habib kami bangun semewah mungkin, apa yang habib mau kami kasih," timpalnya lagi mengingat omongan pejabat yang tak disebutkan identitasnya itu.

"Apa jawaban saya? Saya bilang, mohon maaf, saya enggak bisa kalian beli. Kalau ustad, kyai, habib yang lain mungkin bisa kalian beli. Tapi Habib Bahar Smith sampai mati enggak bakal kalian bisa beli," tegasnya. 

Sumber: viva.